Eks Jualan PKL Dijaga 24 Jam

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG– Pascapemindahan pedagang kaki lima (PKL) ke Pasar Rejowinangun, Pemerintah Kota Magelang menyiagakan sejumlah petugas di bekas jualan. Hal ini untuk mengantisipasi pedagang kembali ke tempat asal mereka.
”Kita jaga dulu untuk sementara supaya pedagang tidak ada yang kembali,” kata Sekretaris Daerah Kota Magelang, Sugiharto, kemarin.
Petugas yang disiagakan merupakan tim ga­bungan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pengelolaan Pasar dan Kesbanglinmas. Beberapa lokasi yang dijaga di antaranya Jalan Mataram, Kalingga, Pemuda, Prawirokusuman (depan eks pabrik es) dan pertokoan eks PJKA di Jalan Sudirman.
Sugiharto menambahkan tim itu akan dibantu kepala seksi ketenteraman dan ketertiban (kasi trantib) dari 17 kelurahan yang ada di Kota Magelang. ”Penjagaan di titik-titik tersebut dilakukan selama 24 jam penuh,” tandasnya.
Menurutnya, setelah melakukan pemindahan terhadap PKL di Jalan Mataram, Kalingga, Pra­wirokusuman dan Jalan Pemuda, Pemkot Magelang juga akan menertibkan para pedagang bunga tabur yang berjualan di tenda pertokoan eks PJKA di Jalan Sudirman.
Lanjut dia, mulai Senin (17/3), pa­ra penjual bunga di eks perto­koan PJKA harus pindah ke depan Kantor Pegadaian dan Pos Satlantas unit laka lantas di Jalan Ikhlas,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, untuk mengoperasionalkan kembali Pasar Rejowinangun pemkot memindahkan ribuan pedagang dari pasar penampungan sementara di sentra ekonomi Lembah Tidar dan Jalan Mataram pada 12 Maret lalu.
Kemudian, disusul pedagang yang berjualan di Jalan Pra­wi­ro­kusuman, Tarumanegara dan Jalan Kalingga. Kemudian, Minggu (16/3) pedagang kaki lima yang ada di Jalan Pemuda juga mulai masuk di pasar yang dibangun dengan dana APBD sebesar Rp 80 miliar.
Sugiharto menambahkan, setelah para PKL yang berjualan di Jalan Mataram masuk ke dalam pasar, Pemkot Magelang segera akan memperbaiki ruas jalan tersebut dengan aspal hotmix.
”Kalau cuma ditambal, percuma. Lebih bagus nanti akan diaspal hotmix,” kata mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Magelang ini.
Menurutnya, pengaspalan kembali Jalan Mataram tersebut akan dilaksanakan pada tahun ini. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -