Gerbang Pasar Legi Bisa Dibongkar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Kendati terca­tat sebagai benda cagar budaya (BCB), namun gerbang Pasar Legi Parakan tidak memiliki nilai arkeologis yang tinggi. Hal tersebut memungkinkan untuk bangunan peninggalan pemerintah Hindia Belanda ini dapat dibongkar dan sepenuhnya menggunakan detail engineering design (DED) yang telah disusun sebelumnya.
Kabid Kebudayaan, Dinas Pari­wisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Te­mang­gung, Didik Nuryanto, mengatakan, dari hasil penelitian arkeologis yang dilakukan secara terpadu antara Pemkab Temanggung dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah diketahui nilai arkeologis bangunan tersebut tidak terlalu tinggi.
“Tetapi tidak semuanya dibongkar, untuk prasasti tetap harus kita tinggalkan. Tembok yang ada tulisannya itu kita potong selanjutnya dipasang di bangunan yang baru sebagai pertanda bahwa bangunan ini dibangun pada tahun tersebut,” katanya.
Ia mengatakan, untuk bangunan utama berupa pintu gerbang dapat dibongkar. Sebab, dari sisi konstruksi bangunan, bangunan yang dibuat pada 1925 tersebut tidak lagi kokoh sehingga akan mengganggu konstruksi bangunan utama. “Iya bisa dibongkar, cuma tulisannya itu harus dipotong dan ditempelkan sebagai prasasti,” tegasnya.
Arkeolog BPCB Jawa Tengah, Sugeng Riyanto memaparkan, peninggalan arkeologis tidak selamanya dapat dikategorikan sebagai peninggalan yang harus dipertahankan keasliannya. Terdapat klasifikasi jenis-jenis cagar budaya yang dapat diubah dan tidak dapat diubah dengan persyaratan yang cukup ketat. “Nah untuk Pasar Legi ini termasuk yang bisa diubah bentuk aslinya,” tambahnya.
Ia menerangkan, BPCB dan Pem­kab Temanggung telah me­lakukan penggalian data ar­ke­ologis dari berbagai sumber terkait hal ini. Rekomendasi akhir yang diberikan, bangunan dapat diruntuhkan atau dibiarkan tetap berdiri. “Kami memastikan saja bahwa itu bisa dibongkar, tetapi kalau tetap mau dibiarkan berdiri itu lebih baik,” tandas pria yang pimpinan ekskavasi Situs Liyangan ini. (zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -