Protes PHK, Karyawan Mogok Kerja

303

MUNGKID—Ratusan karyawan PT Mekar Armada Jaya (MAJ) mo­gok kerja, kemarin. Aksi itu sebagai bentuk solidaritas 70 rekannya yang di berhentikan kontraknya oleh perusahaan.
Pantauan koran ini, ratusan pe­kerja tersebut terlihat duduk-du­duk dan berkumpul di gudang stamping, Desa Soka, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Mereka tidak melakukan aktivitas produksi. Selain duduk dan merokok, mereka juga menyanyikan mars lagu buruh dan yel-yel buruh.
Ketua Pengurus Basis Gabungan Serikan Buruh Mandiri PT Mekar Armada Jaya, Edi Sumekto mengatakan aksi ini akan digelar sampai rekannya yang diPHK kembali bekerja. ”Aksi ini belum akan dihentikan sampai tuntutan dipenuhi,” katanya. Semua yang mogok adalah karyawan di tiga shift.
Menurutnya, ada delapan tuntutan kepada pihak perusahaan. Selain mengembalikan karyawan yang diPHK mereka juga meminta perusahaan pemberian bonus tanpa diskriminasi. ”Status hubungan kerja 3 bulan ke atas menjadi karyawan tetap,” kata dia.
”Selain itu, kami minta hak cuti, APD gratis, sistem pengupahan sesuai masa kerja, jaminan yang layak untuk karyawan,” lanjutnya.
Menurut dia, sebenarnya perusahaan sudah mengajak berunding beberapa kali. Namun selalu tidak membuahkan hasil. Koordinator Wilayah Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jawa Tengah, Kostrad mengatakan selain aksi mogok, Rabu (19/3) semua karyawan akan melakukan aksi long march dari depan PT MAJ hingga Pem­kab Magelang. “Kami meminta bupati segera menyelesaikan masalah ini. Termasuk jajaran pemerintah untuk menangani masalah ini,” ujarnya.
Kepala Divisi Personalia PT MAJ, Marthin Herry Lontoh menjelaskan, beberapa karyawan yang tidak diperpanjang kontrak adalah bagian dari pembenahan dan penataan struktur organisasi perusahaan. Menurutnya, penilaian terhadap kinerja karyawan tetap diberlakukan sehingga jika ada yang tidak diperpanjang kontrak disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
”Itu bukan PHK tapi karena kontrak kerjanya memang habis. PHK kan bahasa mereka (karyawan). Itu hal biasa dalam sebuah perusahaan jika ada penataan. Karena, kami melayani konsumen dan harus sempurna,” ujar Marthin. (vie/lis)