Kampus Harus Steril dari Rokok

286

MAGELANG—Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM) mulai melakukan terobosan pengendalian rokok di kampus. Kemarin, mereka menginisiasi pembentukan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC).
Pembentukan ini bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. ”Melalui kegiatan ini kita berharap ikut memperkuat implementasi pelaksanaan kawasan tanpa rokok (KTR) dan penghentian iklan, promosi, dan sponsor rokok,” kata Ketua MTCC, Retno Rusdjijati, kemarin.
Kegiatan berupa workshop diadakan di aula gedung Rektorat UMM. Diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah, organisasi rakyat, pelajar, mahasiswa dan kalangan akademik.
Dalam workshop, tiga pembicara menjadi narasumber yakni Nanik Prasetyoningsih (MTCC UMY), Mutia Hartanti (MTCC UMY) serta Sri Margowati (dosen Fikes UM Magelang, Ketua Pusat Studi Gender UM Magelang).
Nanik Prasetyoningsih mengingatkan perlunya advokasi untuk melindungi para mahasiswa dari rokok.
”Untuk itu dibuatlah strategi advokasi melalui komitmen internal, menegakkan KTR, melakukan aksi antara lain dengan menempel tanda larangan merokok serta membangun jejaring untuk membangun gerakan kampus bebas asap rokok,” ungkap koordinator advokasi MTCC UMY itu.
Margowati menambahkan dampak merokok terhadap kesehatan, mengakibatkan penyakit ISPA pada anak-anak. ”Untuk menuju kampus sehat bersih bebas asap rokok ada tiga tahapan yang dilakukan yakni sosialisasi dampak merokok, pembatasan area merokok serta penciptaan kawasan tanpa rokok,” ujar dia.
Mutia Hartanti menyampaikan tentang pooling pendapat masyarakat tentang TAPS di Kabupaten Bantul yang melibatkan 1253 responden. Sebanyak 75 persen responden merokok karena terpengaruh iklan TV maupun reklame. Namun di balik itu Mutia mengungkapkan bahwa masyarakat telah menyadari bahwa iklan rokok dan sponsor rokok dapat mempengaruhi kebiasaan seseorang untuk merokok. (vie/lis)