Nonton Wayang Bareng Dahlan

320

WONOSOBO—Kecintaan Menteri BUMN Dahlan Iskan terhadap bu­daya adi luhung wayang kulit, benar-benar terbukti. Setidaknya itu tampak saat pergelaran wayang kulit dalang Ki Entus Susmono, pada Senin (23/3) malam di Desa Candirejo, Kecamatan Kertek, Wonosobo. Dahlan menonton semalam suntuk dari pukul 20.00- 03.00.
Dahlan Iskan datang menonton ke lokasi pergelaran mengenakan jamper warna biru, karena lokasi pertunjukan memang tergolong daerah dingin, berada di kaki Gunung Sindoro. Meski begitu, Dahlan yang datang sekitar pukul 20.00 didampingi oleh Bupati Wonosobo Kholiq Arif, bersama ratusan warga, menonton wayang hingga pagi.
Bahkan saking membeludaknya penonton, ia menggelar kertas koran bekas di barisan panggung depan, kemudian meminta kepada para penonton yang berdesakan, duduk di depannya. Sehingga susana keakaraban tampak terasa.
“Sini-sini duduk sini, daripada berdesakan di situ,” kata Dahlan sampil menggelar koran bekas.
Dahlan yang juga membuka pergelaran, malam itu memilih tidak berorasi. Alasannya, ratusan warga yang hadir, sudah tampak tidak sabar untuk menikmati. Padahal, hari itu kawasan Wonosobo usai diguyur hujan. “Saya tidak akan orasi, karena penonton tampak sudah tidak sabar menonton dalang Ki Entus,” kata Dahlan disambut tepuk penonton.
Untuk mengganti sambutan, Dahlan kemudian meminta kesepakatan waktu selama 10 menit kepada para penonton. Lantas ia meminta lima warga perempuan untuk naik ke atas panggung. “Ayo yang mau naik ke atas panggung, saya minta untuk bernyanyi nanti saya kasih hadiah,” katanya.
Tak lama kemudian, lima perempuan naik ke atas panggung. Suasana dingin pun terasa hangat saat para perempuan itu, saling bergantian bernyanyi sambil berjoget. Bahkan saat ada salah satu warga yang menyanyi goyang cesar, Dahlan ikut bergoyang.
Dahlan Iskan kemudian menyerahkan tokoh wayang kulit Gatotkaca kepada dalang Ki Entus Susmono sebagai tanda dimulainya pergelaran. (ali/lis)