Perusahaan Mengaku Dirugikan

408

Karyawan MAJ Mogok

MUNGKID—Pemberhentian 380 karyawan PT Mekar Armada Jaya (MAJ) diklaim sudah melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku. Pihak perusahaan sudah berulangkali melayangkan surat kepada karyawan untuk menghentikan aksi mogok kerjanya.
Kepala Divisi Personalia PT MAJ Magelang, Marthin Herry Lontoh mengatakan perusahaan berpegang pada pasal 140 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dimana aksi mogok itu tidak sah menurut pertaturan.
”Kita juga tidak serta merta melakukan pemberhentian. Ada tahapannya. Perusahaan sebelumnya sudah memberikan surat pemberitahuan kepada karyawan yang mogok bahwa aksi itu tidak sah,” kata dia.
Pihaknya, kata dia juga telah melayangkan surat panggilan kepada para karyawan sebanyak tiga kali untuk kembali masuk kerja. Karena karyawan tidak juga masuk kerja, perusahaan kemudian mengeluarkan surat pemberitahuan pelanggaran UU dan karyawan yang mogok dianggap mengundurkan diri.
”Kita jelas merugi kalau pekerja mogok selama 7 hari. Kita sudah usahakan mencari karyawan,” imbuh Marthin.
Dia juga mengatakan, untuk para karyawan yang terkena PHK, perusahaan masih memberikan tali asih dengan besaran uang berbeda. Termasuk bonus kerja yang didapat selama mereka masih bekerja di PT MAJ.
Terkait perjanjian tidak adanya PHK selama 7 hari pasca-pertemuan pihak manajemen PT MAJ Magelang dengan PT MAJ Tambun serta KASBI Tambun dan Magelang, Marthin mengaku bahwa ketika terjadi pertemuan, pihaknya sudah mengeluarkan keputusan PHK.
Dan karyawan yang disebut dalam tidak adanya PHK selama 7 hari tersebut adalah karyawan yang habis kontrak, bukan karyawan yang mogok kerja. ”Yang masuk dalam daftar PHK ada yang memang sudah habis kontrak, tapi ada juga yang sudah diangkat harian tetap. Terkait wacana akan dibawa ke jalur hukum, perusahaan siap saja,” tegasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, lebih dari 380 karyawan PT Mekar Armada Jaya (MAJ) Magelang diPHK serentak Jumat (21/3) kemarin. Hal itu lantaran aksi mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan sejak beberapa hari terakhir.
Ketua Pengurus Basis Gabungan Serikan Buruh Mandiri PT Mekar Armada Jaya, Edi Sumekto mengatakan, PT MAJ dengan sepihak melakukan PHK terhadap ratusan karyawan tersebut tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Ratusan karyawan menunggu kejelasan penyebab tidak diperbolehkannya bekerja seperti biasanya. Kemudian perusahaan mengeluarkan satu lembar foto copi surat pemberitahuan nomor 098/HC/MAJ/III/2014 yang ditujukan kepada seluruh karyawan karyawati PT Mekar Armada Jaya Peserta Mogok Kerja dengan ditandatangani Kepala Divisi Personalia PT MAJ, Marthin Herry Lontoh.
”Surat itu hanya satu lembar dan ditujukan untuk ratusan karyawan. Perusahaan menganggap bahwa aksi mogok kerja yang dilaksanakan tidak sah dan melanggar pasal 140 UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan pasal 3 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan pasal 3 Kep Menakertrans No Kep-232/MEN/2003 tentang akibat hukum mogok,” kata Edi. (vie/lis)