Rest Area Ngipik Dibongkar

333

TEMANGGUNG—Pemerintah Kabupaten Temanggung segera akan menggusur rest area Ngipik, di Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat, menyusul mangkraknya tempat peristirahatan dan pasar buah ini. Pemkab sendiri tengah mempersiapkan master plan untuk membangun ulang kawasan peristirahatan yang kini dijadikan depo pasir ini.
“Kita akan susun masterplannya. Segera akan kita bongkar. Mudah-mudahan tahun anggaran depan kita sudah punya anggaran untuk itu. Tapi pada prinsipnya itu harus dioptimalkan,” kata Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi.
Ia mengatakan, penggunaan tempat peristirahatan untuk depo pasir adalah tindak pelanggaran pemanfaatan aset. Menurutnya hal tersebut harus ditertibkan. Penertiban dengan halus dilakukan dengan membangun ulang tempat yang berada di jalur Jogjakarta-Semarang ini.
“Itu menyalahi prosedur. Bahkan menyalahi hukum,” terangnya.
Dikatakan, site plan yang akan dirancang adalah memanfaatkan optimal seluruh lahan yang dimiliki sebagai pusat peristirahatan.
Di antaranya selain membuat warung makan dan tempat peristirahatan juga akan membangun SPBU di tempat ini.
“Kita buat tempat yang benar-benar representatif untuk kawasan peristirahatan,” paparnya.
Ia mengatakan, selain menyusun site plan dan rancangan pembangunan ulang kawasan peristirahatan ini juga Pemkab tengah berkonsentrasi mencari bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk mengurangi beban APBD. “Harapannya dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan dengan baik,” tuturnya.
Anggota Komisi A DPRD Te­manggung, Daniel Indra Hartoko, mengatakan, pihaknya berharap Pemkab segera mengambil sikap terkait dengan kondisi rest area yang mangkrak tersebut. Menurutnya, aset yang dimiliki Pemkab di tempat tersebut harus dimanfaatkan optimal sehingga tidak digunakan untuk hal-hal yang diluar peruntukannya.
“Ini juga merupakan wajah Temanggung. Orang akan melihat Temanggung sebagai daerah yang kumuh apabila kondisinya begitu,” tandasnya. (zah/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.