Rest Area Ngipik Dibongkar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Pemerintah Kabupaten Temanggung segera akan menggusur rest area Ngipik, di Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat, menyusul mangkraknya tempat peristirahatan dan pasar buah ini. Pemkab sendiri tengah mempersiapkan master plan untuk membangun ulang kawasan peristirahatan yang kini dijadikan depo pasir ini.
“Kita akan susun masterplannya. Segera akan kita bongkar. Mudah-mudahan tahun anggaran depan kita sudah punya anggaran untuk itu. Tapi pada prinsipnya itu harus dioptimalkan,” kata Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi.
Ia mengatakan, penggunaan tempat peristirahatan untuk depo pasir adalah tindak pelanggaran pemanfaatan aset. Menurutnya hal tersebut harus ditertibkan. Penertiban dengan halus dilakukan dengan membangun ulang tempat yang berada di jalur Jogjakarta-Semarang ini.
“Itu menyalahi prosedur. Bahkan menyalahi hukum,” terangnya.
Dikatakan, site plan yang akan dirancang adalah memanfaatkan optimal seluruh lahan yang dimiliki sebagai pusat peristirahatan.
Di antaranya selain membuat warung makan dan tempat peristirahatan juga akan membangun SPBU di tempat ini.
“Kita buat tempat yang benar-benar representatif untuk kawasan peristirahatan,” paparnya.
Ia mengatakan, selain menyusun site plan dan rancangan pembangunan ulang kawasan peristirahatan ini juga Pemkab tengah berkonsentrasi mencari bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk mengurangi beban APBD. “Harapannya dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan dengan baik,” tuturnya.
Anggota Komisi A DPRD Te­manggung, Daniel Indra Hartoko, mengatakan, pihaknya berharap Pemkab segera mengambil sikap terkait dengan kondisi rest area yang mangkrak tersebut. Menurutnya, aset yang dimiliki Pemkab di tempat tersebut harus dimanfaatkan optimal sehingga tidak digunakan untuk hal-hal yang diluar peruntukannya.
“Ini juga merupakan wajah Temanggung. Orang akan melihat Temanggung sebagai daerah yang kumuh apabila kondisinya begitu,” tandasnya. (zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -