Ongkos Bajak Meningkat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Biaya pembajakan ladang menjelang musim tanam tembakau menggunakan mesin lebih mahal dibanding dengan bajak manual dengan tenaga hewan. Hal yang sama juga terjadi pada lahan sawah. Dampaknya, para petani mengalami pembengkakan biaya produksi pada musim tanam paruh tahun ini.
Pudjiono, 57, warga Dusun Gorukem Desa Campuramom Kecamatan Bansari mengatakan, membajak dengan traktor satu kisuk (1.200 meter persegi) dengan waktu pukul 08.00-12.00 ongkosnya sebesar Rp 125 ribu, sedangkan bila sehari Rp 250 ribu.
”Ongkos tersebut lebih mahal bila dibandingkan dengan menggunakan tenaga hewan seperti kerbau maupun sapi, yakni Rp 100 ribu per-kesok,” katanya.
Namun, mencari hewan untuk membajak lahan di daerah ini sudah sangat sulit. Padahal, paparnya, membajak dengan tenaga hewan lebih baik mengingat kotoran hewan saat membajak dapat digunakan rabuk, selain juga bebas asap.
Ia mengemukakan, pembajakan lahan ini akan digunakan untuk tanaman tembakau, mengingat saat ini sudah memasuki akhir Maret. Disebutkan, biasanya musim tanam di areal ndeles (tegalan dengan ketinggian 700 meter) sudah dimulai sejak awal Maret, untuk lahan tegal banyon (lahan tegalan yang masih teraliri air irigasi) dimulai akhir Maret hingga April.
Sedangkan untuk lahan persawahan biasanya memulai tanam bulan Mei ataupun bahkan ada yang memulai tanam pada awal Juni. Mulai tanam kalangan petani itu dilakukan hanya berpatokan dengan mongso, yang sudah berjalan turun menurun. Oleh karenanya, kalangan petani meminta prakiraan cuaca untuk masa tanam, termasuk masa tanam tembakau.
Pudjiono bersama petani lain berharap pada masa panen raya tembakau 2014 ini harganya bagus, mengingat kondisi harga pada panen tahun kemarin kurang begitu menggembirakan. (zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -