Pembunuh Ponalan Dituntut 9 Tahun

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Keluarga Tidak Terima

MUNGKID—Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara pembunuhan Gustian Sigit Prasetyo, 19, warga Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan, hanya menuntut terdakwa, Arif alias Penyu, 22, dengan hukuman 9 tahun penjara. Dia dibebaskan dari dakwaan pembunuhan berencana.
Namun, tuntutan itu sempat membuat suasana Pengadilan Negeri (PN) Mungkid ramai. Kericuhan yang terjadi pascapersidangan itu diduga dipicu oleh kekecewaan keluarga korban terhadap tuntutan tersebut.
Bersama belasan kawan almarhum, keluarga korban serta kerabatnya sempat bertahan di halaman kantor PN hingga menjelang petang. Berkat pengawalan ketat dan kesigapan para petugas dari Polres Magelang, massa yang berkerumun tidak sampai melakukan tindakan anarkis.
Menurut Ali Sobirin, Humas PN Mungkid, bila pihak keluarga korban merasa tidak puas terhadap tuntutan JPU, masalah itu bukan wewenang pengadilan. “Masalah (tuntutan) tersebut merupakan ranah dan wewenang Jaksa Penuntut Umum,” katanya, kemarin.
Dalam persidangan, terdakwa Arif alias Penyu, 22, dituntut hukuman sembilan tahun penjara. Warga Ponalan, Tamanagung, Muntilan itu dinyatakan terbukti melakukan perbuatan yang melanggar Pasal 354 ayat (2) KUHP seperti tercantum dalam dakwan primer kedua. “Dengan sengaja melukai berat orang lain yang mengakibatkan kematian,” kata Jaksa Bagus Catur Yuliawan.
Di hadapan majelis hakim yang diketuai Sulistiyanto RB, JPU mengemukakan beberapa pertimbangan yang mendasari tuntutannya. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan mengakibatkan korban mati. Yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya.
Untuk mengingatkan insiden berdarah yang merenggut nyawa Gustian Sigid Prasetyo terjadi di arena pentas musik dalam rangka perayaan 17-an dan halal bihalal di Ponalan, 24 Agustus 2013 malam. Keributan pertama di samping panggung berhasil dilerai warga. Terdakwa dan korban disuruh pulang ke rumah masing-masing.
Namun, bukan pulang ke rumah orangtuanya, terdakwa justru menuju rumah majikannya, pengusaha kue bakpia. Saat melihat sebilah pisau tergeletak di atas meja dapur, lalu diambil dan diselipkan di pinggangnya, kemudian kembali lagi ke arena pertunjukan. “(Pisau itu) hanya untuk berjaga-jaga,” kata terdakwa.
Waktu tiba di depan rumah seorang warga, korban datang menghampiri lantas memukul terdakwa hingga jatuh terjengkang. Korban yang berbadan lebih besar, lantas memburu dan menindih tubuh terdakwa. Melihat korban akan memukul wajahnya, spontan menarik pisau di pinggang dan menusukkan ke dada korban, lalu kabur. (vie/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -