Kembangkan Hutan Sekolah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO—Upaya menjadikan sekolah sehat, terus dilakukan oleh SMA 1 Wonosobo. Senin (28/4) kemarin, sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi, ratusan siswa dan guru menanam pohon di lahan depan sekolah. Lokasi ini, merupakan pengembangan hutan sekolah yang sebelumnya sukses dibuat, juga di sebelah barat sekolah.
Peringatan Hari Bumi, diisi oleh siswa SMA 1 Wonosobo dengan kegiatan produktif. Selain penanaman pohon di hutan sekolah, juga dilakukan aksi komunitas hijau yakni berburu sampah di seputar sekolah, hingga penandatanganan bersama pada kain putih panjang, sebagai bukti komitmen SMA 1 mendukung terwujudnya Wonosobo sebagai green city.
Menurut Kepala SMA 1 Wonosobo Danang Kusumanto, peringatan Hari Bumi dan Hari Kartini, dilakukan secara bersamaan. Sebelum dilakukan penanaman bersama di hutan sekolah, digelar upacara Hari Kartini dengan semua perangkat upacara dari siswa putri. “Kami memberikan ruang lebih kepada siswa untuk memaknai Hari Kartini,” katanya.
Danang menyebutkan, sedangkan untuk penciptaan sekolah sehat, sejak lima tahun lalu di sekolahnya sudah dibangun hutan sekolah berada di sebelah barat area sekolah. Hutan sekolah tersebut, berada di tepi sungai bertebing. “Kami lakukan penanaman, pohonnya sudah cukup besar, sebagai penyelamatan daerah tepian sungai, yang kebetulan berada di sebelah barat sekolah,” katanya.
Untuk pengembangan sekolah sehat, kata Danang, tahun ini kembali dibuat hutan sekolah yang lokasinya tepat di depan sekolah. Sebelumnya lokasi tersebut digunakan sebagai kebun sekolah untuk penanaman sayuran.
Ditambahkan, saat ini yang terus dikembangkan oleh sekolah, adalah memberikan bekal kepada siswa untuk mampu mengolah bank sampah. Pendidikan ini, diberikan melalui aksi think green, di mana selain siswa mengenal tanaman, juga diberikan kesadaran untuk merawat air dan menjaga sampah di seputar sekolah. “Pendidikan bank sampah ini, akan berfungsi sampai para siswa tua nanti. Karena sampah akan selalu ada di mana saja dan tugas kita mengelolanya agar tidak mencemari,” ungkapnya. (ali/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -