Dua Bulan Sekali Touring, Kerap Gelar Aksi Sosial

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Mengenal Komunitas Mercedes Benz W202 Club Indonesia Region Semarang

Para pemilik Mercedes Benz varian W202C Class di Kota Semarang bergabung dalam satu komunitas. Namanya Komunitas Mercedes Benz W202 Club Indonesia Region Semarang. Seperti apa?

NUR WAHIDI

KOMUNITAS Mercedes Benz W202 Club Indonesia Region Semarang terbentuk secara resmi pada Sabtu, 7 Mei 2011 silam. Peresmian klub MBW 202 tersebut dilakukan di RM Kampung Laut, Semarang. Saat awal dibentuk, anggota klub mobil keluaran Jerman ini hanya 25 orang. Namun kini jumlah anggotanya sudah mencapai 76 orang.
Chief MBW 202 Region Kota Semarang Ferdianto Pamungkas menjelaskan, pembentukan klub tersebut untuk mengakrabkan pemilik mobil mercy khususnya tipe W202 yang ada di Kota Semarang. Terbentuknya pengurus ini merupakan tindak lanjut dari keinginan beberapa penggemar mobil Mercy W202 yang ada di Kota Lunpia ini.
”Klub ini juga sebagai wadah tukar informasi. Sehingga para anggota juga bisa maju bersama,” kata Ferdianto kepada Radar Semarang.
Ferdianto mengatakan, setiap dua bulan sekali anggota MBW 202 Region Kota Semarang menggelar acara Sunday On The Road (SOTR) atau touring. Saat touring itu, mereka mengajak serta keluarga masing-masing. ”Tidak hanya suami saja, tetapi keluarga juga terjalin akrab. Ya, seperti keluarga sendiri,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, setiap dua minggu sekali juga dilakukan pertemuan di Jalan Pemuda untuk menambah keakraban antaranggota. ”Dalam pertemuan itu, anggota bisa saling tukar pengalaman baik mengenai onderdil, modifikasi, mesin mobil, hingga ngobrol santai lainnya,” katanya.
Menurut dia, banyak yang beranggapan merawat mobil Mercedes Benz itu boros. Namun, bagi Ferdianto, merawat mobil Eropa ini relatif tidak mahal karena perawatannya sama dengan mobil Jepang. ”Sebenarnya untuk merawat mobil Eropa itu mudah yang terpenting rajin membersihkan travel body atau karburator,” kata Ferdianto.

Dijelaskan, Mercedes Benz Class W202 dibuat antara 1993 sampai 2000 dengan kapasitas mesin 1.800 cc sampai 2.400 cc. ”Selebihnya mobil tersebut sudah tidak keluar lagi untuk mesin W202,” ujarnya.

Keistimewaan dari mesin W202 ini, kata dia, selain mesinnya lebih ringkas, juga untuk dimodifikasi sangat mudah. Tidak hanya itu, mobil ini juga irit, hampir sama dengan mobil keluaran Jepang, yakni 1: 9. Artinya, satu liter bensin bisa digunakan untuk 9 km. ”Onderdil atau spare part-nya mudah didapat, dan harganya sangat terjangkau. Tidak seperti anggapan banyak orang yang katanya mahal,” katanya.
Sedangkan untuk bengkel, lanjut dia, memang tidak ada bengkel secara khusus, karena masing-masing bengkel sudah banyak yang tahu mesin W202. ”Perawatannya sangat mudah dan tidak boros,” cetusnya.
Ia menambahkan, selain untuk menyalurkan hobi otomotif, klub ini juga kerap menggelar kegiatan sosial. Misalnya, aksi sumbang darah, serta penggalangan bantuan untuk membantu masyarakat kurang mampu ataupun warga yang terkena bencana. Ia mencontohkan saat terjadi tanah longsor di Trangkil, Gunungpati lalu, anggota klub ini langsung mengumpulkan bantuan untuk disalurkan kepada warga setempat yang membutuhkan. ”Termasuk saat terjadi gempa bumi di Jogja, kami juga mengirimkan bantuan. Kami juga kerap mengunjungi beberapa panti asuhan dan panti jompo yang selayaknya kita bantu,” ungkapnya.
Setiap kali bertemu, anggota klub ini juga membahas program apa yang akan dilakukan ke depan. ”Program apa saja yang akan dilakukan pada tahun depan sudah terencana, sehingga tinggal melangkah,” katanya.
Ferdianto menambahkan, untuk menjadi anggota klub ini yang terpenting adalah disiplin dan menaati aturan yang ada. ”Selain itu juga harus taat pada rambu-rambu lalu lintas. Terutama saat konvoi, hal utama adalah mematuhi peraturan yang ada,” ujarnya. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -