Bayar Denda JT dengan Kartu Gesek

287

GUBERNURAN — Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, maraknya praktik pungutan liar (pungli) di jembatan timbang  (JT) tidak lepas dari sikap pengusaha, di mana ada yang dengan sengaja membawa muatan melebihi batas guna mendapatkan keuntungan. Selanjutnya, mereka memilih memberikan  uang pungli kepada petugas di jembatan timbang. ”Ada pengusaha angkutan barang yang sengaja menaikkan muatan melebihi tonase. Kelebihan muatan ini menguntungkan mereka. Sayangnya, keuntungan itu dibagi-bagi juga buat petugas itu tadi,” kata Ganjar kepada wartawan kemarin.
Ganjar mengatakan, ke depan dia ingin menjadikan jembatan timbang berfungsi pada peruntukannya. Salah satu rencananya yakni akan mengubah sistem denda yang saat ini masih menggunakan cara pembayaran langsung. Pembayaran langsung seperti itu memudahkan petugas untuk melakukan pungutan liar. ”Makanya, sudahlah nanti kita akan ganti tidak usah bayar. Pakai kartu tinggal gesek kan bisa,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, batas tonase muatan barang juga akan direvisi. Menyusul adanya rencana untuk membangun jalan Pantura dengan cara dibeton. ”Misalnya kita melihat kondisi Jalan Pantura itu dibeton, kita ukur dan ternyata tonasenya bisa naik, nanti kita naikkan,” kata dia.
Lebih lanjut politisi PDIP ini mengatakan, dalam waktu dekat Institut Teknologi Bandung (ITB) berencana untuk hadir ke Jateng membantu mengatasi persoalan sistem di jembatan timbang. Relawan ITB itu akan membantu secara komprehensif soal jembatan timbang di Jateng. ”Kami juga telah telah mengirimkan dua orang staf ke Pemkot Surabaya untuk belajar sistem jembatan timbang yang ideal. Di Surabaya itu pengelolaan jembatan timbangnya sudah bagus dan sudah dua orang saya kirim ke sana,” terangnya.
Ketika ditanya soal sanksi yang akan diberikan kepada petugas jembatan timbang yang terbukti menarik pungli, dia menyatakan akan memberikan sanksi, namun sanksi yang diberikan tidak keras. ”Yang jelas saya tidak akan menyembelih orang. Saya tidak mau membakar rumahnya, tapi kita akan mengedepankan pembinaan,” kata dia yang mengaku  kaget ketika  sidaknya di jembatan timbang itu direspons banyak orang.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Jateng Urip Sihabudin mengatakan, untuk mencegah terjadinya pungli di jembatan timbang, nantinya akan dikurangi terjadinya kontak langsung antara petugas dengan kru angkutan barang. Pascasidak Gubernur Jateng pekan lalu di jembatan timbang Subah, Batang, pihaknya juga sudah meminta jajarannya untuk melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. ”Kami terus lakukan evaluasi. Jika ada kelebihan muatan, pastikan bisa dikenakan sanksi. Kami akan kenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Urip Sihabudin saat menjadi pembicara pada acara dialog di Hotel Novotel Semarang, Senin (5/5).
Terhadap petugas yang terlibat pungli, pihaknya akan lakukan evaluasi. ”Siapa-siapa yang akan kami geser, dan siapa yang akan kami tempatkan kembali. Namun kami menunggu SK Menteri Perhubungan yang akan mengatur hal itu,” ujarnya.
Di sisi lain, Urip juga meminta kepada para pengusaha angkutan untuk bisa memahami peraturan yang berlaku. ”Para pengusaha angkutan untuk introspeksi. Jangan membawa muatan yang melebihi tonase,” pesannya. (saf/jpnn/aro/ce1)