Belum Lancar Baca Soal Braille, Terpaksa dengan Pendamping

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Menilik Ujian Nasional Para Siswa di SMP LB ABC Swadya
  
Tidak mudah mengerjakan soal Ujian Nasional (Unas). Apalagi jika hanya berbentuk titik-titik timbul atau biasa disebut tulisan braille seperti dialami siswa tunatera SMP Luar Biasa (LB) ABC Swadaya. Seperti apa?
 

BUDI SETYAWAN, Kendal

UNAS yang sudah menjadi agenda tahunan dan sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh seluruh pelajar, namun masih dianggap sebagai momok yang menakutkan. Ini lantaran Unas menjadi penentu pembelajaran siswa apakah lulus atau tidak.
Hal itu terjadi pula pada siswa SMP Luar Biasa (LB) ABC Swadaya Kendal saat melaksanakan Unas SMP, Senin (5/5) kemarin. Ada tiga siswa tunanetra yang terpaksa mengerjakan soal berbentuk huruf braille tersebut. Adalah Muh rizky Eka Pradita, 18; Ade Farizal Imanudin, 17; dan Mu Naf’an Zain, 18.
Sekilas, lembar soal yang dibagikan tak tampak ada kerumitan, karena hanya berbentuk kertas putih kosong. Hanya saja, tampak titik-titik timbul yang hanya bisa dirasakan dengan sentuhan jari. Itupun harus menyentuhnya pelan-pelan agar titik-titik itu bisa terbaca sebagaimana layaknya tulisan pada umumnya.
Ketiga siswa SMP LB ABC Swadaya itu memanglah penderita tunanetra. Namun bukan penderita kebutaan mata sejak lahir yang sudah dilatih dalam sekolah untuk membaca dan mengerjakan soal-soal berbentuk braille.
Ketiganya adalah penderita low vision, yakni penyakit atau kelainan pada mata yang hanya dapat melihat dengan jarak dekat saja. Ketiganya hanya bisa menulis dengan jara dekat. Begitupun dengan membaca, harus huruf berukuran besar atau menggunakan kaca pembesar baru ketiganya dapat membaca dengan lancar.
Oleh guru kelasnya, Rizky, Farizal dan Zain tidak pernah diajarkan membaca huruf braille. Alasannya karena ketiganya masih dapat membaca huruf awas atau huruf-huruf yang besar. “Tapi ini malah dapat soal braille, jadi siswa pada bingung karena belum lancar membacanya,” ujar Nuril Alfiani, guru kelas siswa IX.
Kondisi tersebut, mengakibatkan pihak sekolah harus mencarikan pendamping bagi siswanya. Yakni pendamping orang yang dapat membacakan soal secara lancar. “Jadi soal dibacakan, kemudian siswa menulis soalnya agar mudah dibaca,” tuturnya.
Meski didampingi, dalam pengerjaan soal tidak ada kecurangan. Sebab soal dijawab oleh siswa sendiri. “Tapi yang jadi masalah waktu untuk mengerjakan soal jadi lama. Karena, harus mendengarkan soal yang dibacakan oleh pendamping kemudian ditulis, dipahami baru jawab soalnya,” tuturnya.
Menurutnya, ini adalah kali pertama siswa tunanetra mengerjakan soal braille. Ujian tahun lalu, lima siswa Unas Tunanetra masih mendapatkan soal awas. Yakni soal yang ditulis dengan huruf besar. “Tapi tahun ini tidak ada pilihan, soal yang dikirim dari Dinas Pendidikan hanya soal braille saja,” tandasya.
Farizal, salah satu siswa tunanetra yang ditemui usia ujian mengaku kesulitan. Sebab membaca braille diakuinya belum terlalu pandai, karena masih baru diajarkan. “Kami masih dapat melihat, meskipun harus dengan jarak yang dekat dan tulisan besar. Jadi selama ini belajar menggunakan huruf awas,” ujarnya.
Farizal mengaku, jika dirinya hanya dapat melihat tulisan jarak 5-7 sentimeter. Selebihnya dengan jarak agak jauh, ia sudah tidak dapat membaca karena tulisan tampak buram dan kabur.
Kepala sekolah SMP LB ABC Swadaya, Nani Hidayati mengatakan untuk mengerjakan soal, siswa diberikan waktu tambahan setengah jam dari waktu normalnya mengerjakan soal Unas. “Yakni dari 90 menit jadi 120 menit, ada tambahan 30 menit,” ujarnya. (*/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -