Butuh Waktu 4 Bulan, Habiskan Rp 5 Juta

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

M. Firdaus Faishol, Mahasiswa Seni Rupa Unnes Buat 10 Patung Dosen

M. Firdaus Faishol dalam mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para dosennya cukup unik. Mahasiswa Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS-Unnes) ini memilih membuat 10 patung wajah dosennya. Seperti apa?

M. RIZAL KURNIAWAN

SIANG itu, M. Firdaus Faishol tengah sibuk menata hasil karyanya di lobi Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni Unnes. Ada 10 patung kepala manusia yang dipajang. Figur patung kepala manusia itu bukan merupakan sosok orang terkenal atau legenda. Bagi orang awam yang datang ke pameran seni tersebut memang tidak akan mengetahui sosok patung tersebut. Tapi, sebagian besar mahasiswa Jurusan Seni Rupa FBS Unnes pasti tahu wajah patung tersebut.
Ya, 10 patung itu merupakan wajah dosen-dosen Seni Rupa Unnes. Kebetulan Faishol –sapaan akrab M. Firdaus Faishol— adalah mahasiswa jurusan Seni Rupa. Ia mengaku butuh waktu 4 bulan untuk menyelesaikan semua patung-patung tersebut. Sebagian pengunjung memang hanya bisa melihat hasil karya yang sudah jadi tanpa melihat proses dan perjuangan, menyelesaikan patung-patung itu. Sejumlah pengunjung pun sempat mencibir hasil karya mahasiswa kelahiran Demak pada 1992 ini. ”Kok tidak mirip dengan orang aslinya,” kritik salah seorang pengunjung yang menganggap patung wajah tersebut tidak seperti dosennya.
Mendengar cibiran itu, mahasiswa yang berulang tahun setiap tanggal 22 Juli ini hanya tersenyum. Baginya cibiran atau kritikan itu sudah biasa. Dia menjadikan hal itu sebagai bahan introspeksi diri agar menjadi lebih baik. Faishol sendiri mengaku, pameran patung tunggal yang digelar selama tiga hari ini merupakan pengalaman pertamanya selama menjadi mahasiswa Seni Rupa.
”Saya ingin menyuguhkan hal yang berbeda dari biasanya. Karena kebanyakan mahasiswa Seni Rupa di Unnes ini membuat project seni lukis, ukir, dan keramik. Memang ada yang buat patung, tapi itu jarang dilakukan, karena dianggap sulit. Dari situ saya mulai tertantang untuk membuat patung. Dan setelah saya pikir-pikir saya putuskan untuk membuat patung kepala dosen-dosen saya. Sebagai bentuk apresiasi saya kepada para dosen yang telah memberikan ilmu pelajaran selama kuliah,” kata putra kedua pasangan Bambang Prasetya dan Sri Suwarti ini.
Mahasiswa semester VIII ini mengaku harus mengeluarkan kocek pribadi sebesar Rp 5 juta untuk membuat kesepuluh patung tersebut. Kegagalan dan hampir putus asa sempat mewarnai proses pengerjaan. Dia harus berulang kali mengulang pembuatan patung, karena campuran bahan dasar yang kurang tepat. Sehingga kualitas patung mudah pecah dan hancur.
”Butuh waktu dua minggu untuk menyelesaikan satu patung. Itu pun harus melalui proses yang cukup panjang. Mulai dari membentuk cetakan dari bahan dasar tanah liat, plat, gips, yang susah di situ. Campuran bahannya seperti resin, katalis dan kobalt, komposisinya harus seimbang. Kalau tidak sesuai, maka patung akan mudah hancur. Di situ saya sempat putus asa, tapi saya tidak ingin pameran saya gagal, jadi sebisa mungkin saya selesaikan,” ujarnya.
Setiap patung, dia harus memiliki tiga foto dosennya dari berbagai angle. Tampak depan, samping dan belakang. Dengan penuh kesabaran dan ketelitian, Faishol pun berhasil menyelesaikan karyanya. Dan akhirnya memamerkannya di hadapan publik, utamanya di kalangan mahasiswa Unnes. Ada yang memuji karyanya, tapi ada juga yang mencela. Karena dianggap karyanya belum sama atau menyerupai wajah asli dosennya. ”Banyak yang berkata begitu (tidak mirip). Ada yang mengatakan kurang persis lah. Tapi saya tidak marah. Cibiran itu saya jadikan sebagai kritik dan penyemangat untuk menjadi lebih baik,” katanya.
Semua patung karyanya itu akan disumbangkan ke fakultasnya sebagai tanda kenang-kenangan. Mimpi Faishol untuk menjadi seorang seniman tidak akan berhenti di situ. Dia sudah berencana melanjutkan dan mengasah bakat seninya di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta. ”Saya memang suka seni sejak kecil, karena kebetulan kakek saya juga seorang pelukis,” akunya.
Salah seorang dosen yang wajahnya dijadikan patung, Aryo Sunaryo, mengaku bangga dengan anak didiknya. Dia tidak menyangka mahasiswanya bisa memahat patung seperti itu. ”Biasanya mahasiswa hanya menggambar dan melukis saja untuk menyelesaikan project studi. Tapi ini berbeda, dan saya salut dan bangga dengan usahanya,” tandas dosen Seni Rupa ini. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -