Cabuli Anak TK di Kandang Sapi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN — Ketagihan seks karena pernah ’jajan’ di lokalisasi Sembir Salatiga, Tukiman, 23, warga Getasan, Kabupaten Semarang, nekat mencabuli anak tetangganya, Ga, 5.
Pelaku mencabuli korban yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak itu, di kamar rumahnya. Juga, di kandang sapi di belakang rumah pelaku.
Tukiman diringkus polisi, belum lama ini. Tepatnya, pelaku dibekuk oleh anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Semarang, setelah orang tua korban melapor.
Saat ini, Tukiman mendekam di rumah tahanan Mapolres Semarang untuk menjalani proses hukuman.
Tukiman mengaku, perbuatan bejatnya dilakukan karena tiba-tiba hasrat seksnya muncul.
Kebetulan, ketika itu, rumahnya sedang sepi. Begitu melihat Ga melintas di depan rumah menuju kios kelontong untuk membeli kecap, hasrat Tukiman langsung memuncak. Dia memanggil gadis cilik tersebut, untuk melampiaskan nafsunya.
”Saya iming-imingi nonton televisi dengan film anak-anak. Lalu, saya bawa ke kamar dan saya raba-raba,” ucap pelaku. Tak puas di kamar, korban diajak ke kandang sapi. Di sana, korban dicabuli. ”Saya kasih uang Rp 20 ribu dan saya bilang jangan ngomong siapa-siapa,” kata Tukiman.
Tukiman mengaku hasrat seks muncul, setelah berhubungan dengan seorang pekerja seks di lokalisasi di Salatiga. ”Saya selalu pingin seperti itu, karena pernah merasakan. Dulu diajari kakak saya diajak ’jajan’ di Salatiga. Jadi saya ketagihan pengin ”gituan” terus,” aku Tukiman.

Kasus tersebut terbongkar, karena korban merasakan sakit pada kemaluan. Ia lantas mengadu ke orang tuanya.
Penyidik menjerat Tukiman dengan pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Juga pasal 290 KUHP. Ancaman hukumannya, maksimal 15 tahun penjara.
”Kami langsung melakukan penyidikan, termasuk mengambil visum dari RSUD Ungaran. Hasilnya, ada luka pada alat vital korban. Tersangka kami jerat pasal berlapis, yakni tentang pelanggaran UU Perlindungan Anak dan pasal 290 KUHP,” ungkap Kapolres Semarang AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan yang diwakili oleh Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Pahala Martua Nababan. (tyo/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -