Cuaca Sebabkan Tomat Rusak

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Selain cabai, komoditas andalan petani di Kabupaten Temanggung adalah tomat. Namun karena anomali cuaca yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan komoditas campuran sambal ini rusak. Puluhan hektare lahan tomat mengering dan para petani harus menanggung kerugian yang tidak sedikit.
Tomat ditanam pada Januari lalu, usai penanaman, ternyata curah hujan sangat tinggi dan daya tahan tanaman tomat dengan hujan yang intensitas tinggi tidak kuat. Akibatnya, tanaman tomat mati membusuk. “Tomat sangat rentan penyakit, apalagi kalau musim hujan cepat sekali membusuk,” kata Utomo, 38, warga Desa Danupayan, Kecamatan Bulu.
Menurutnya, hujan yang terjadi selama musim tanam, perawatan hingga masa pembuahan, sangat berpengaruh pada hasil panen. Untuk tanaman tomat akan menghasilkan kualitas yang bagus ketika curah hujan seimbang.
Namun keluhnya, pada saat tanaman tomat miliknya memasuki masa pembuahan sekitar awal bulan Maret lalu, curah hujan justru semakin tinggi. Kondisi ini membuat tanaman tomat miliknya tidak berbuah dengan maksimal.  Padahal, saat musim tanam hingga perawatan, ia telah melakukan perawatan yang maksimal, sehingga tanaman tanaman tomatnya masih bertahan hingga masa pembuahan.
“Berbagai cara sudah saya lakukan. Mulai dari penyemprotan dengan mengunakan pestisida pemangkasan daun dan perawatan rutin lainnya sudah dilakukan. Tapi karena tidak kuat dengan tingginya curah hujan, akhirnya pada masa pembuahan tanaman kering, sehingga pada masa pembuahan tidak maksimal sebagian besar tomat busuk sebelum panen,”keluhnya
Ia menjelaskan, dari kurang lebih satu hektare lahan yang ditanami tomat sedikitnya membutuhkan modal Rp 17 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli pupuk kandang, pupuk kimia, plastik, bambu, bibit tomat dan tenaga kerja.
Dengan kondisi seperti saat ini, ia mengaku modal sebesar itu tidak kembali sedikitpun. Sebab selain harga tomat saat ini sedang anjlok, tomat tidak berbuah maksimal sehingga tidak laku dijual.(zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -