Jatah November Desember Tersalurkan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID– Gudang Bulog Mertoyudan telah menyelesikan pendistribusian beras untuk rakyat miskin (raskin) kuota bulan November dan Desember 2014. Pendistribusian awal ini selain untuk menjaga kualitas juga sebagai percepatan.
”Untuk bulan November kita salurkan Maret lalu dan Desember bersamaan dengan distribusi bulan April,” kata Kepala Gudang Bulog Mertoyudan, Tatut Supriyanto, kemarin.     
Gudang Bulog Mertoyudan bertugas menyalurkan raskin untuk Kabupaten dan Kota Magelang. Total distribusi perbulan berkisar 1400 ton. “60 ton untuk Kota Magelang sebelihnya untuk kabupaten,” katanya.     
Menurutnya percepatan distribusi ini merupakan kebijakan dari pusat. Seperti yang dilakukan tahun lalu. “Untuk nanti bulan Desember sama November mungkin ada program Raskin ke-13 sama ke-14. Kita belum tahu,” kata Tatut.    Untuk wilayahnya, Tatut menyebut pembayaran raskin di tingkat warga sudah sangat baik. Bahkan, hampir tidak ada tunggakan di bulan-bulan sebelumnya. “Kita selalu berkoordinasi dengan satgas di lapangan,” beber dia.     
Menurutnya, sejauh ini stok di Gudang Mertoyudan sekitar 6.000 ton. Pihaknya juga masih melakukan pengadaan beras sebanyak 3.500 ton. “Jadi stok masih tetap aman,” katanya.     
Meskipun, lanjut Tatut, jelang musim kemarau ini panen di tingkat petani cenderung berkurang. Bahkan diperkirakan tinggal 10 persen saja.
”Kita hanya melakukan pengadaan dari wilayah Kedu saja. Sementara beras dari Pati itu hanya pemerataan saja,” terangnya.     
Menurutnya, beras yang dihasilkan oleh mitra kerja Bulog di Kedu sudah sesuai dengan peraturan yang ditentukan. Baik meliputi kadar air, butiran dan teksturnya.
Untuk menjaga kualitas beras selalu baik, pihaknya juga rutin melakukan pembersihan beras dan gudang. “Kualitas tetap dijaga karena kutu beras itu selalu saja datang kalau tidak rutin dibersihkan. Seperti kalau ada gula ada semut,” papar Tatut. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -