Lalai, Eks Kasi BPR Dituntut 2 Tahun

318

MANYARAN – Mantan Kepala Seksi (Kasi) Pemasaran Bank Perkreditan Rakyat/Badan Kredit Kecamatan (BPR/BKK) Cabang Tangen Karangmalang Kabupaten Sragen, Hudi Handoko dituntut pidana selama dua tahun penjara. Terdakwa kasus dugaan korupsi kredit fiktif pada BPR/BKK cabang Tangen Karangmalang 2009-2011 itu juga dituntut membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan penjara.
”Menyatakan, menuntut terdakwa baik secara pribadi maupun secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam dakwaan subsider yang merugikan kerugian negara,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sragen Wiwin Haryanti di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (5/5).
Jaksa menilai, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. ”Sebagai pejabat bank, terdakwa lalai dan tidak cermat dalam melakukan on the spot atas pengajuan kredit dari nasabah sebelum mencairkan dana,” imbuh jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik.  
Menanggapi tuntutan jaksa, terdakwa bersama penasihat hukumnya, Miftahul dan Arif Widodo menyatakan keberatan. Oleh karena itu, mereka akan mengajukan nota pembelaan pada persidangan selanjutnya. Sidang kembali digelar Jumat (16/5) dengan agenda pembacaan pledoi.
Usai persidangan, Miftahul mempertanyakan kenapa JPU tidak memasukkan pimpinan cabang BPR untuk dijadikan tersangka. Ia juga keberatan atas tuduhan jaksa yang menyatakan kliennya lalai dalam melakukan on the spot. ”On the spot itu bukan tugas kepala seksi pemasaran. Dalam SOP (standard operational procedure) tidak diatur hal itu,” ungkapnya.(fai/ton/ce1)