Pengisian Air Waduk Jatibarang Ditarget 7 Bulan

334

KANDRI — Waduk Jatibarang di Kecamatan Gunungpati, Semarang, Senin (5/5) kemarin diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Peresmian yang dilakukan bertepatan dengan Hari Air Dunia XXII itu ditandai dengan pengisian awal (impounding) waduk secara simbolis oleh Djoko disaksikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Dengan rampungnya pengerjaan waduk ini, Djoko berharap pengendalian banjir dan rob di Kota Semarang bisa teratasi.
Djoko Kirmanto mengingatkan, masyarakat agar bisa mengendalikan diri dalam mengambil air tanah secara terus-menerus sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena air tanah yang diambil terus-menerus menyebabkan tanah mengalami penurunan atau ambles rata-rata 10 sentimeter tiap tahun. ”Untuk meminimalisasi pengambilan air tanah, maka air PDAM harus baik. Jika air bakunya baik maka PDAM bisa memberikan air ke masyarakat, sehingga masyarakat tidak menyedot air tanah karena saat ini kantornya Pak Gubernur (kompleks kantor Pemprov Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Red) masih nyedot air tanah,” katanya.
Soal Waduk Jatibarang yang mulai digenangi air, Djoko menjelaskan nantinya waduk ini mampu menampung hingga 20,4 juta meter kubik air. Keberadaan air ini diharapkan bisa mengurangi banjir di Kota Semarang. ”Pembangunan waduk ini mudah-mudahan selesai akhir tahun atau awal tahun depan, Insya Allah bahaya banjir di Semarang akan berkurang,” harapnya.
Selain mengurangi banjir di Kota Semarang, manfaat Waduk Jatibarang lainnya nantinya adalah menyediakan air baku untuk masyarakat di kota setempat, meningkatkan fungsi konservasi, menyediakan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebesar 1,5 mega watt, serta meningkatkan pariwisata.
Waduk Jatibarang mulai dibangun pada 2010. Pembangunan waduk ini dilatarbelakangi banjir di Kota Semarang yang semakin sering terjadi. Waduk yang lokasinya bersebelahan dengan objek wisata Goa Kreo ini dibangun dengan biaya Rp 655 miliar atas pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Imam Santoso, mengatakan, pengisian waduk pada saat musim kemarau ini diperkirakan membutuhkan waktu tujuh bulan. ”Lamanya waktu pengisian itu untuk mencapai elevasi muka air normal, yakni pada elevasi 149,3 meter,” katanya di sela-sela peresmian kemarin.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, realisasi pembangunan waduk tidak lepas dari peran dan usaha dari mantan Gubernur Bibit Waluyo. Bibit, kata Ganjar, yang berperan membebaskan lahan serta memantau pembangunan waduk. ”Saya hanya meneruskan beliau (Bibit Waluyo, Red). Tangan beliau yang lebih banyak belepotan di sini,” ujar Ganjar. (saf/jpnn/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.