Tunjangan Perangkat Dirapel Empat Bulan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID– Seluruh perangkat desa di Kabupaten Magelang bisa tersenyum lega. Bagaimana tidak, tunjangan penghasilan yang belum diberikan sejak Januari lalu sudah bisa mulai diambil di seluruh kantor kas Bank Bapas 69, mulai kemarin.
”Hari ini sudah bisa diambil,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD), Djoko Tjahyono, kemarin.       
Menurut dia, tunjangan baru bisa diberikan karena APBD 2014 baru disahkan bulan lalu. Setelah disahkan juga perlu dilakukan pelengkapan administrasi.
Sebagaimana diketahui, setiap bulannya perangkat desa mendapatkan tunjangan penghasilan yang bersumber dari APBD kabupaten. Untuk kaur dan kadus memperoleh Rp 1,15 juta setara UMK per bulannya. Kemudian sekdes non-PNS Rp 1,25 juta dan kepala desa Rp 1,5 juta.     
Sementara itu, akibat belum cairnya tunjangan bulanan itu, sebagian diantara perangkat desa terpaksa harus utang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Dusun Gempol, Kecamatan Salam, Sudiyanto mengatakan bersyukur tunjangannya sudah turun. Sebelumnya dia mengaku pemenuhan kebutuhan sehari-hari perangkat desa menjadi tersendat.       
Bahkan, tak jarang dia dibuat pusing dengan kondisi tersebut. Apalagi, ujarnya beberapa perangkat desa yang tidak punya usaha sampingan sangat terasa berat.
”Sampai sekarang karena saya tidak punya sampingan, saya harus berutang. Separuh gaji bulanan saya untuk bayar angsuran bank. Sementara, separuh lagi untuk bayar utang makan sehari-hari,” ungkap Sudiyanto.     
Meski demikian, dia mengaku tetap melayani warga yang membutuhkan.
Kepala Desa Sengi Kecamatan Dukun, Nur Ikhsan mengatakan keterlambatan gaji tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Jika dulu terlambat paling banyak hanya dua bulan. Tapi sekarang agak lama,” ujar Nur Ikhsan.   Menurutnya, sebelum akhirnya dirapel akibat keterlambatan itu, sejumlah perangkat desa seperti kepala dusun dan kaur juga telah menanyakan keterlambatan gaji tersebut.
“Beberapa kadus sudah ada yang menanyakan keterlambatan gaji ini. Namun, sejauh ini administrasi desa dan layanan masyarakat tak terganggu karena masalah ini,” paparnya. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -