Warga Ambarawa Tolak Penggusuran

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Rencana Reaktifasi KA Ambarawa-Kedungjati

UNGARAN- Ratusan warga dari Kelurahan Lodoyong dan Tumenggungan, Ambarawa yang bermukim di bantaran rel kereta api dan di tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), Senin (5/5) pagi menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Semarang dan Kantor Bupati. Kedatangan warga yang tergabung dalam Paguyuban Ngudi Sejahtera (PNS) itu mengadu kepada Ketua DPRD dan Bupati Semarang terkait rencana penggusuran oleh PT KAI.
Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Semarang dapat membantu memfasilitasi agar warga tidak digusur paksa. Selain itu warga berharap agar mendapatkan ganti rugi yang layak. Rencana penggusuran sekitar 300 keluarga terjadi menyusul rencana reaktifasi rel kereta api Ambarawa-Kedungjati dan perluasan stasiun kereta api Ambarawa.
Rombongan datang menggunakan sejumlah mobil. Sampai di kantor DPRD Kabupaten Semarang rombongan ditemui Ketua Komisi B Achsin Ma’ruf dan anggota lainnya. Pertemuan di DPRD hanya berlangsung singkat. Achsin kepada perwakilan warga menjanjikan akan memfasilitasi dialog dengan PT KAI. Sekretariat Dewan (Setwan) Kabupaten Semarang akan menjadwalkan pertemuan pada 16 Mei 2014.
Ketua PNS Kabupaten Semarang Sugiyarta menjelaskan, kedatangan ratusan warga hanya untuk menyampaikan keluhan, aspirasi dan amanat penderitaan rakyat kepada DPRD Kabupaten Semarang dan Pemkab Semarang. Sugiyarta berharap ratusan warga Ambarawa jangan sampai ditelantarkan dalam bentuk apapun seperti adanya rencana penggusuran karena tanahnya akan digunakan PT KAI.
“Tugas negara adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia serta memajukan kesejahteraan umum. Jadi kami minta agar masyarakat ini jangan sampai disengsarakan hanya untuk kepentingan pembangunan tersebut,” ujarnya.
Sugiyarta menambahkan, ratusan warga meminta DPRD memfasilitasi untuk dialog dengan Excecutive Vice President Daop 4 Semarang PT KAI, Bupati Semarang, Polres Semarang, Kodim 0714/Salatiga dan instansi terkait lainnya. Tujuannya membahas rencana rekatifasi rel KA dan perluasan stasiun agar tidak menyengsarakan masyarakat. “Sebelum ada kesepakatan dengan warga, PT KAI tidak boleh melakukan aktivitas pembongkaran maupun perusakan barang milik warga,” tegasnya.
Riyanto, 44, warga RT 9 RW 3, Temenggungan, Ambarawa mengatakan, keluarganya sudah menempati lahan seluas 9 x 12 meter persegi di dekat stasiun sejak tahun 1990. Saat itu Riyanto membeli seharga Rp 30 juta dan setiap tahun membayar upeti pada PT KAI. Dengan adanya rencana penggusuran, Riyanto berharap agar PT KAI membatalkannya.
“Jika memang terpaksa harus digusur, kami minta dicarikan tempat tinggal yang baru. Sebab untuk mencari tempat tinggal baru sangat sulit apalagi tidak ada biaya. Belum lagi mengurus pindah sekolah anak-anak kami. Kami minta juga mendapatkan ganti rugi yang layak,” tutur Riyanto.
Achsin meminta PT KAI menghentikan sosialisasi terlebih dahulu sampai ada dialog. Sebab kegiatan sosialisasi membuat resah warga. “Sehingga nantinya dapat membahas bersama permasalahan yang ada di masyarakat ini.  PNS juga mendukung adanya  pembangunan, tapi mereka ingin mendapatkan perhatian,” kata Achsin.
Rombongan PSN kemudian menemui Bupati Semarang Mundjirin di Kantor Bupati Semarang Jalan Diponegoro Ungaran. Saat menemui perwakilan PSN, Bupati mengatakan akan koordinasi dengan Setwan terkait rencana dialog dengan PT KAI dan elemen terkait lainnya. “Prinsipnya kami mendukung reaktivasi jalur Kedungjati-Tuntang. Tetapi kami juga minta warga diperhatikan, jangan sampai sengsara,” tutur Mundjirin. (tyo/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -