40 Siswa Mangkir Ujian

358

KENDAL—Tingkat absensi siswa SMP dan Paket di Kendal dalam pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) kali ini, cukup tinggi. Tercatat sebanyak 40 siswa SMP tidak mengikuti Unas dari total peserta Unas tahun ini berjumlah 14.461 siswa.
“Ini tidak mengikuti Unas karena keluar dari sekolah. Sedangkan yang di SMP Terbuka, karena sudah kerja,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Kabid Dikdas Disdik) Kendal, Joko Supratikno, kepada Radar Semarang, (6/5) kemarin.
Tertinggi dari MTs Muhammadiyah Ngargosari, Sukorejo yakni sebanyak 13 siswa dan SMP Terbuka Plantungan 15 siswa. Lainnya dari SMP N 3 Patean, SMP Terbuka Pegandon, SMP Azzahro Pegandon, SMP NU Al-Hidayah Kendal dan SMP N Kaliwungu I, masing-masing satu orang. Masih ditambah dari SMP Terbuka Sukorejo 3 orang.
Selain itu, dari MTs Al-Maarif  Huda, MTs Jurang Agung Plantungan dan MTs NU Kangkung I masing-masing satu orang. “Jadi total ada 40 siswa yang tidak mengikuti Unas SMP tahun ini,” tandanya.
Selain itu, ada satu siswa yang terpaksa mengerjakan soal Unas di Rumah Sakit lantaran sakit. Yakni satu orang dari SMP N I Gemuh. “Siswa yang absen dengan karena sesuatu hal, akan mengikuti ujian susulan,” tandasnya.
Sementara Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Disdik Kendal, Irianto mengatakan ada 25 persen mangkir. Yakni ada sebanyak 122 peserta jumlah 488 peserta. Sedangkan ujian kesetaraan SMP yang digelar Pondok Psantren atau Al-Wusto ada 15 dari 330 orang.
Irianto mengatakan, banyaknya peserta ujian kesetaraan yang mangkir lantaran alasan kerja. “Ada yang baru diterima kerja dan ada yang sudah mendaftar dan berangkat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri,” paparnya.
Ia menambahkan, meskipun izin, para peserta ujian keseteraan mangkir dipastikan tidak akan lulus. Bahkan, kendati hanya satu mata pelajaran yang membolos. “Tapi nanti ada ujian susulan yang akan digelar pada Agustus mendatang,” imbuhnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.