Banyak Kios Kosong dan Atap Bocor

320

Pasar Rejowinangun

MAGELANG– Penempatan pedagang Pasar Rejowinangun Kota Magelang dinilai oleh Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito perlu dievaluasi. Selain banyak pedagang yang belum menempati kios dan los yang disediakan juga masih ada beberapa bagian bangunan yang harus dibenahi.  Hal itu diungkapkan oleh wali kota saat melakukan kunjungan di Pasar Rejowinangun. Kunjungan ini merupakan upaya pemkot untuk mengecek langsung keberadaan operasional pasar setelah diresmikan 12 Maret kemarin.     
Kunjungan dikemas melalui belanja bersama. Hadir juga Wakil Wali Kota Joko Prasetyo, Sekda Sugiharto, kepala SKPD, camat dan lurah, pengawas sekolah serta sejumlah kepala sekolah di Kota Magelang.     
“Saya ingin memastikan apakah penempatan pedagang sudah tertata dengan baik. Namun setelah saya cek di lapangan ternyata banyak hal yang masih harus dibenahi,” kata Sigit.       
Ia mengemukakan, pembenahan yang harus disikapi dan ditindaklanjuti yakni beberapa atap masih ada yang bocor sehingga membuat kurang nyaman untuk berjualan. Kemudian masih belum digunakannya sejumlah los dan kios oleh pemilik, serta kebersihan tempat berjualan di lingkungan pasar.
“Ini kan masih dalam tahap perawatan, saya minta kepada SKPD terkait untuk segera komunikasi dengan pihak investor agar kerusakan seperti atap bocor bisa segera diatasi. Soal kebersihan juga harus diperhatikan betul jangan sampai mengganggu aktivitas di sini,” ujarnya.     
Wali kota yang didampingi sang istri Ny Yetti Biakti dalam kesempatan itu mengelilingi sejumlah los dan kios yang berada di lantai dua. Sambil sesekali ia berkomunikasi dengan para  pedagang seperti penjual sayur, daging dan lainnya.
Sigit dan sejumlah kepala SKPD juga menyempatkan berbelanja berbagai macam kebutuhan. Begitupun dengan sang istri yang ditemani istri sekretaris daerah, justru lebih banyak waktunya untuk berbelanja di pasar ini.       
Saat mendatangi beberapa pedagang, ada beberapa penghuni pasar yang mengeluh terkait masih sepinya pengunjung untuk berbelanja. Karminah misalnya, yang sebelumnya menjadi pedagang kaki lima di Jalan Pemuda ini, mengeluh kepada mantan kepala DPU Kota Magelang ini, soal pendapatannya yang masih belum sesuai harapannya.     
“Sudah dua bulan saya jualan di sini, tapi masih saja pak. Tolong dipikirkan lagi, agar bisa ramai berjualannya,” tutur Karminah.     
“Ini kan baru awal, pasti saya pikirkan bagaimana agar pasar ini bisa mulai ramai. Makanya para pegawai saya ajak ke sini untuk berbelanja, tentunya tidak hanya sekarang saja, ke depannya mereka juga harus belanja lagi di sini,” ujar Sigit. (vie/lis)