Berharap Bisa Gunakan Tanah TNI

291

Relokasi Warga Bantaran Rel

AMBARAWA- Pemerintah Kabupaten Semarang akan berkoordinasi dengan TNI AD terkait penggunaan lahan untuk relokasi ratusan warga bantaran rel kereta api di Ambarawa hingga Tuntang. Sebab pada 2014 ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengosongkan lahan tersebut untuk perluasan stasiun atau museum Kereta Api (KA) dan reaktivasi jalur KA Ambarawa-Kedungjati.
Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, PT KAI memang sudah menyiapkan rencana dan anggaran pembangunan di tanah tersebut. Informasi dari PT KAI, lahan yang selama ini ditempati warga harus sudah bebas dalam 2014 ini. Bupati juga sudah meminta pada PT KAI untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat lebih dahulu.
“Jadi mereka (PT KAI) memang dikejar waktu dan mereka punya anggaran serta ketentuan untuk membangun. Di tahun 2014 ini juga harus sudah selesai (pembebasan lahannya),” kata Bupati, Selasa (6/5).
Lebih lanjut Bupati mengatakan, semua pihak termasuk warga yang tinggal di bantaran sebenarnya sudah mengetahui tanah yang ditempatinya bukan hak milik. Sehingga warga diharapkan dapat memahami permasalahan tersebut. Bupati berharap warga juga mengikhlaskan bila tanah tersebut akan digunakan untuk kepentingan yang lebih besar.
“Kami tahu tanah itu bukan milik Pemda dan bukan milik masyarakat. Selama ini sifatnya pinjam, bahkan ada dengan ketentan dan ada yang hanya menampati saja,” tutur Mundjirin.
Kendati meminta warga ikhlas, ia juga tetap memikirkan nasib warganya. Sehingga ia akan mengupayakan koordinasi dengan PT KAI dan TNI AD. Upaya koordinasi dengan TNI AD agar bisa penggunaan lahan mereka. Bupati juga berharap agar PT KAI juga pengertian dengan memberikan uang pengganti biaya bongkar.
“Kami akan pendekatan dengan TNI AD, karena mereka banyak tanahnya. Kemarin kami juga sudah berdiskusi masalah itu. PT KAI juga semestinya pengertian, bukan mengganti tanah, tetapi biaya membongkarnya juga diperhatikan,” kata Mundjirin.
Tidak hanya itu saja, Bupati juga berharap nantinya warga di bantaran rel atau yang tergusur proyek PT KAI dapat mencari rezeki di komplek stasiun KA. “Syukur-syukur, setelah jadi stasiun ini bisa disediakan lahan untuk mencari nafkah para warga ini,” katanya.
Sebelumnya, ratusan warga dari Kelurahan Lodoyong dan Tumenggungan, Ambarawa yang bermukim di bantaran rel kereta api dan di tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), Senin (5/5) menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Semarang dan Kantor Bupati. Warga yang tergabung dalam Paguyuban Ngudi Sejahtera (PNS) mengadu terkait adanya rencana penggusuran yang akan dilakukan PT KAI.(tyo/ton)