Dewan Pertanyakan PJU

362

TEMANGGUNG—Upaya Pemerintah Kabupaten Temanggung melakukan antisipasi kerawanan di jalan raya, baik kejahatan maupun kecelakaan lalu lintas akibat minimnya akses penerangan dipertanyakan oleh DPRD. Pasalnya, hingga kini angka pemasangan penerangan jalan umum (PJU) masih jauh dari target dan banyaknya kerusakan yang tidak diperbaiki.
Anggota Fraksi PAN DPRD Temanggung, Erda Wachyudi menilai upaya pemasangan PJU masih belum dilakukan secara serius. Data yang dilaporkan, selama satu tahun terakhir, pemkab baru memasang 179 uit PJU baru. “Kita melihat bahwa PJU adalah faktor penting untuk mengantisipasi angka kejahatan dan kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Ia mengatakan, Pemkab Temanggung menarget akan melakukan pemasangan total sebanyak 700 unit PJU baru di kawasan daerah rawan dan perkotaan. Namun demikian, hal tersebut dinilai tidak dilakukan dengan serius dengan pemetaan lokasi yang baik. “Banyak daerah rawan yang tidak terpasangi lampu,” terang pria yang Ketua Komisi D ini.
Ia menambahkan, selain pemasangan unit PJU baru, perawatan yang sudah ada juga dinilai belum maksimal. Dari pantauan yang dilakukan sejumlah titik PJU mati dan tidak diperbaiki. “Seharusnya langsung ditangani karena ada biaya perawatan yang telah dianggarkan,” kata pria yang juga Ketua Badan Kehormatan ini.
Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi membenarkan target sebanyak 700 PJU baru, akan dipasang. Namun, jumlah tersebut merupakan target pemasangan yang akan dikerjakan selama lima tahun. Untuk tahun pertama kepemimpinannya, telah terpasang 139 unit PJU baru. “Kami perhitungkan dalam lima tahun selesai,” terangnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan penataan dan pemetaan. Perawatan dilakukan secara bertahap karena tingginya angka kerusakan baik yang disebabkan kerusakan alami karena faktor umur elemen PJU maupun kerusakan yang disebabkan oleh manusia. “Kita lakukan perawatan terhadap PJU yang rusak,” tandasnya. (zah/lis)