Diduga Palsukan Surat Tanah, Dipolisikan

351

BARUSARI – Sahid, 29, warga Banyumanik didampingi kuasa hukumnya, mendatangi Mapolrestabes Semarang, Selasa (6/5). Ia melaporkan adanya dugaan pemalsuan surat tanah di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik. Alhasil, tanah seluas 3.418 meter persegi milik ibu Sahid, Nuning Lestari saat ini beralih tangan. Pihak yang dilaporkan yakni Js, warga Banyumanik. 
Kuasa hukum pelapor Mustain mengatakan, sertifikat atas nama Js keluar dengan SHM No 01362. Padahal, tanah tegalan itu sudah milik Nuning sejak 1987 silam. Bahkan, pihak Nuning merasa tidak pernah merasa menjual kepada siapa pun. ”Tapi anehnya, tiba-tiba muncul sertifikat tanah atas nama Js. Ini kan aneh, jadi dobel,” katanya. 
Tanah tersebut secara legalitas merupakan milik Nuning yang dibeli dari warga bernama Kasmir. Saat itulah, Nuning langsung memproses balik nama kepemilikan sertifikat. ”Tapi anehnya, tahun 2007 muncul sertifikat atas nama Js. Padahal Nuning tidak pernah merasa menjual,” tambahnya.
Kasus itu lantas dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Satreskrim Polrestabes Semarang masih menyelidiki dugaan pemalsuan dan keterangan palsu tersebut. ”Kami dalami, bagaimana bisa muncul sertifikat atas dua orang. Padahal lokasi atau objek tanah sama. Secepatnya akan diperiksa baik terlapor maupun pelapor,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto. (fth/ton/ce1)