Empat Bulan 18 Kasus

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kendal masih marak. Dari data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) tercatat selama empat bulan (Januari-April) 2014 ini ada 18 kasus perempuan dan anak menjadi korban kekerasan.
Menurut Kabid Kesejahteraan dan Perlidungan BPPKB Kendal, P Yulianto, rinciannya 6 korban adalah anak-anak dan 12 perempuan dewasa. Dari jumlah itu, rata-rata kasus yang menimpa anak-anak adalah pencabulan. Sedangkan yang terjadi pada perempuan dewasa adalah kekerasan fisik dan psikis berupa penganiayaan dan ancaman dari orang terdekat.
Menurutnya kekerasan seksual terhadap anak terjadi lantaran masyarakat kurang bisa mencerna perkembangan teknologi komunikasi. Yakni, banyak masyarakat yang memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk hal-hal yang negatif. Seperti membuka situs porno di internet, melakukan penipuan dan lainnya. Akibatnya, banyak yang nekat melakukan perbuatan cabul kepada anak di bawah umur. “Sedangkan penyebab kekerasan terhadap perempuan, rata-rata adalah faktor ekonomi yang kurang,” ujarnya.
Selain itu, kekerasan terhadap perempuan juga disebabkan karena banyak perempuan yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri atau menjadi TKW. Dia menambahkan, penyelesaian kasus tersebut 75 persen di antaranya dilakukan secara musyawarah dan kekeluargaan. Sementara sisanya diselesaikan melalui proses hukum.
Kepala BPPKB, Asrifah mengatakan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kendal 2013 lalu cukup tinggi, mencapai 91 kasus. Rinciannya, 46 anak menjadi korban dan 45 sisanya merupakan perempuan dewasa. (bud/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -