Empat Bulan 18 Kasus

322

KENDAL—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kendal masih marak. Dari data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) tercatat selama empat bulan (Januari-April) 2014 ini ada 18 kasus perempuan dan anak menjadi korban kekerasan.
Menurut Kabid Kesejahteraan dan Perlidungan BPPKB Kendal, P Yulianto, rinciannya 6 korban adalah anak-anak dan 12 perempuan dewasa. Dari jumlah itu, rata-rata kasus yang menimpa anak-anak adalah pencabulan. Sedangkan yang terjadi pada perempuan dewasa adalah kekerasan fisik dan psikis berupa penganiayaan dan ancaman dari orang terdekat.
Menurutnya kekerasan seksual terhadap anak terjadi lantaran masyarakat kurang bisa mencerna perkembangan teknologi komunikasi. Yakni, banyak masyarakat yang memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk hal-hal yang negatif. Seperti membuka situs porno di internet, melakukan penipuan dan lainnya. Akibatnya, banyak yang nekat melakukan perbuatan cabul kepada anak di bawah umur. “Sedangkan penyebab kekerasan terhadap perempuan, rata-rata adalah faktor ekonomi yang kurang,” ujarnya.
Selain itu, kekerasan terhadap perempuan juga disebabkan karena banyak perempuan yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri atau menjadi TKW. Dia menambahkan, penyelesaian kasus tersebut 75 persen di antaranya dilakukan secara musyawarah dan kekeluargaan. Sementara sisanya diselesaikan melalui proses hukum.
Kepala BPPKB, Asrifah mengatakan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kendal 2013 lalu cukup tinggi, mencapai 91 kasus. Rinciannya, 46 anak menjadi korban dan 45 sisanya merupakan perempuan dewasa. (bud/ida)