Flu Singapura Serang Belasan Anak

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Berlangsung Dua Bulan, Resah Warga

BOYOLALI–Warga Boyolali Kota saat ini diresahkan dengan adanya serangan wabah flu Singapura. Penyakit yang ditandai dengan demam tinggi dan bintik merah di tangan itu rata-rata menyerang anak-anak di bawah lima tahun (balita). Serangan penyakit hand, mouth, and foot mouth desease (HMFD), ini menyerang belasan anak dalam dua bulan terakhir ini.
Seperti yang dialami seorang warga Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, Christy, 34. Putra keduanya terserang demam tinggi sejak Senin lalu (5/5). Selain itu, di tangan dan kakinya terdapat bintik-bintik merah mirip campak. ”Setelah saya bawa ke dokter, ternyata penyakit flu singapura,” ungkapnya kemarin (6/5).
Menurut dia, penyakit serupa juga menyerang sejumlah anak tetangganya. Namun waktunya beberapa hari sebelum anaknya terserang penyakit itu. Gejala yang ditimbulkan juga sama. Namun saat ini, mereka sudah sembuh setelah dibawa ke dokter. Dia menduga, anaknya itu tertular penyakit dari tetangganya itu.
Penyakit serupa juga pernah menyerang seorang anak warga Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, Ari, 33. Kejadian ini sekitar sebulan yang lalu. ”Selain demam tinggi, keluar bintik-bintik merah seperti terkena cacar air atau campak. Langsung saya periksakan ke dokter dan ternyata kena flu singapura. Tapi sekarang sudah sembuh,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Yulianto Prabowo mengatakan, pihaknya belum memiliki data atau laporan tentang kasus penyebaran penyakit yang disebabkan virus RNA ini. Namun demikian, pihaknya meminta kepada masyarakat agar waspada, jika ada anak yang terserang demam tinggi.
Menurut dia, penyakit ini menular. Namun tidak berbahaya, dan tidak menyebabkan kematian. Bisa juga menyerang orang dewasa, namun kebanyakan dialami anak-anak, khususnya yang masih usia balita. ”Untuk penanganan terhadap pasien flu singapura, obat bisa bervariasi, tergantung pula pada kondisi daya tahan tubuh masing-masing pasien,” paparnya.
Penanganan awal penderita penyakit ini, kata dia, diberi penurun panas dan vitamin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Penanganan lainnya dengan menjaga kondisi tubuh, konsumsi makanan bergizi, dan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga lingkungan senantiasa bersih. (wo/un/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -