Flu Singapura Serang Belasan Anak

301

Berlangsung Dua Bulan, Resah Warga

BOYOLALI–Warga Boyolali Kota saat ini diresahkan dengan adanya serangan wabah flu Singapura. Penyakit yang ditandai dengan demam tinggi dan bintik merah di tangan itu rata-rata menyerang anak-anak di bawah lima tahun (balita). Serangan penyakit hand, mouth, and foot mouth desease (HMFD), ini menyerang belasan anak dalam dua bulan terakhir ini.
Seperti yang dialami seorang warga Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, Christy, 34. Putra keduanya terserang demam tinggi sejak Senin lalu (5/5). Selain itu, di tangan dan kakinya terdapat bintik-bintik merah mirip campak. ”Setelah saya bawa ke dokter, ternyata penyakit flu singapura,” ungkapnya kemarin (6/5).
Menurut dia, penyakit serupa juga menyerang sejumlah anak tetangganya. Namun waktunya beberapa hari sebelum anaknya terserang penyakit itu. Gejala yang ditimbulkan juga sama. Namun saat ini, mereka sudah sembuh setelah dibawa ke dokter. Dia menduga, anaknya itu tertular penyakit dari tetangganya itu.
Penyakit serupa juga pernah menyerang seorang anak warga Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, Ari, 33. Kejadian ini sekitar sebulan yang lalu. ”Selain demam tinggi, keluar bintik-bintik merah seperti terkena cacar air atau campak. Langsung saya periksakan ke dokter dan ternyata kena flu singapura. Tapi sekarang sudah sembuh,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Yulianto Prabowo mengatakan, pihaknya belum memiliki data atau laporan tentang kasus penyebaran penyakit yang disebabkan virus RNA ini. Namun demikian, pihaknya meminta kepada masyarakat agar waspada, jika ada anak yang terserang demam tinggi.
Menurut dia, penyakit ini menular. Namun tidak berbahaya, dan tidak menyebabkan kematian. Bisa juga menyerang orang dewasa, namun kebanyakan dialami anak-anak, khususnya yang masih usia balita. ”Untuk penanganan terhadap pasien flu singapura, obat bisa bervariasi, tergantung pula pada kondisi daya tahan tubuh masing-masing pasien,” paparnya.
Penanganan awal penderita penyakit ini, kata dia, diberi penurun panas dan vitamin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Penanganan lainnya dengan menjaga kondisi tubuh, konsumsi makanan bergizi, dan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga lingkungan senantiasa bersih. (wo/un/ida)