Harga Cabai Anjlok, Pembeli Lesu

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BOYOLALI–Setelah sempat melonjak beberapa waktu lalu, harga cabai kini turun drastis. Penyebabnya, stok yang melimpah, lantaran beberapa waktu lalu di kawasan lereng Gunung Merapi mengalami panen raya cabai. Kondisi ini sangat dikeluhkan para pedagang cabai di Pasar Sayur Cepogo.
Pantauan Radar Solo kemarin (6/5), harga cabai merah besar saat ini sekitar Rp 5.500 per kilogram. Padahal, beberapa waktu lalu harga cabai itu sempat mencapai Rp 30 ribu – Rp 35 ribu per kilogram. Tergantung dari kualitas cabainya.
Sementara harga cabai rawit merah, para pedagang menyebutkan berkisar Rp 12 ribu. Padahal cabai favorit ini harganya paling tinggi, yakni sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit hijau harganya lebih menyedihkan lagi.
Untuk cabai rawit hijau, saat ini dijual dengan kisaran harga Rp 6.000 per kilogram. Sedangkan harga sebelumnya g mencapai Rp 25 ribu per kilogram. ”Harga cabai hijau besar saat ini Rp 6.000 per kilogram. Harga sebelumnya Rp 12 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram,” ungkap Suyekti, 50, seorang pedagang cabai Pasar Sayur Cepogo.
Dia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab anjloknya harga cabai. Namun, untuk saat ini stok cabai sangat melimpah. Awal tahun ini, harga cabai sempat melonjak. Tetapi jumlah pembelinya juga banyak. Namun sekarang, harga cabai anjlok, pembelinya juga berkurang.
Senada disampaikan pedagang cabai lain, Muryati, 50. Dia juga merasa heran anjloknya harga cabai itu. Sebab, saat cabai harganya melambung, penjualan justru lebih cepat. Saat harga cabai beberapa waktu lalu sempat mahal, dirinya bisa menjual rata-rata dua hingga tiga cabai per hari. Saat harganya anjlok, justru hanya bisa terjual rata-rata satu kuintal per hari. (wo/un/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -