Manfaatkan Lahan Terbatas, Tanam Sayuran dan Tanaman Obat

295

Kelurahan Jaraksari Wonosobo Canangkan Kebun Rumah Lestari 

Sebagai salah satu perkampungan di seputar perkotaan, Kelurahan Jaraksari mencanangkan program Kebun Rumah Lestari. Bentuk programnya, warga memanfaatkan halaman dan teras rumah sebagai ruang tanaman jenis sayuran, obat-obatan. Program ini sebagai dukungan terhadap Wonosobo Green City.
Proses pemanfaatan halaman dan teras rumah sebagai kebun mini, dimulai kemarin (6/5). Puluhan warga Jaraksari menggunakan polibag dan keranjang mulai merias halaman rumah dengan tanaman hijau. Selain itu, juga menata tiap gang lingkungan dengan meletakkan tempat sampah.
Menurut Kepala Kelurahan Jaraksari, Akhmad Nuri Utomo,  beberapa hari ini masyarakat mulai berbenah dengan membersihan kampung dan mempersiapkan benih tanaman sayuran, obat-obatan maupun tanaman hias secara bersama-sama yang dilakukan ketua RT, ketua RW, serta ibu-ibu PKK.
“Ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan seluruh komponen masyarakat dengan Bupati Wonosobo, bersama SKPD terkait seperti DPU, BLH, Dipertan, Hutbun dan Bagian Kesra Setda yang dilaksanakan belum lama ini,” ujarnya.
Menurut Nuri, program khusus ini dinamakan Kebun Rumah Lestari (KRL).  Program ini sebenarnya pernah dicanangkan Camat Wonosobo. Seluruh warga diharapkan menanam tanaman di pekarangan rumah masing-masing dengan media polibag, kaleng bekas dan pot.
“Tanaman yang ditanam warga terdiri dari jenis sayuran seperti terong, seledri dan bumbu dapur. Jenis tanaman lainnya adalah obat-obatan seperti temulawak, serai dan jahe, serta tanaman hias maupun tanaman pelindung lainnya,” tuturnya.
Ditambahkan Nuri, pihaknya sebelumnya juga telah bekerja sama dengan beberapa sekolah dasar yaitu SD Negeri 1 Jaraksari dan SD Negeri 4 Jaraksari,  dengan melakukan penanaman tanaman Kebun Bibit Sekolah (KBS) seperti albasia, suren dan jemitri di sekitar lapangan Kelurahan Jaraksari maupun lapangan Campursari Madusari, juga di sepanjang jalan kampung.
“Kelurahan Jaraksari dengan kepadatan penduduknya yang tinggi, yakni 12 RW dan 99 RT, masih memiliki ruang terbuka hijau yang sangat terbatas. Sehingga  perlu solusi untuk penanganan masalah sanitasi, masalah kebersihan, maupun penghijauan,” ujarnya. 
Oleh karenanya, melalui program Kebun Rumah Lestari ini, diharapkan bisa mengatasi keterbatasan halaman rumah warga. Sebab jika mereka harus menanam tanaman yang besar sangat sulit. Dengan kaleng bekas, pot, maupun media lain yang bisa digunakan untuk penanaman, bisa mengatasi permasalahan ini. (ali/lis)