Serunya Membatik di Atas Catwalk

307

ADITYO DWI/RADAR SEMARANG
SIMPANG LIMA — Membatik selembar kain yang dikenakan model di atas catwalk tentu tidak mudah. Namun hal itu kemarin (6/5) dilakukan oleh empat pembatik Kota Semarang bersama empat model cantik.
Para pembatik dari Batik Sri Asih Semarang itu langsung membatik di balutan kain serbaputih yang dikenakan para model yang berlenggak-lenggok di atas catwalk. Begitu sang model berhenti berjalan, mereka langsung menggoreskan malam dengan canting di tangan.
Hal serupa juga dilakukan oleh Manajer Mal Ciputra Semarang Ani Suyatni dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendar Prihadi. Keduanya mencoba menuangkan cairan malam untuk menghasilkan batik asli Semarang yang indah.
Manajer Mal Ciputra Semarang Ani Suyatni mengatakan, selain untuk nguri-uri budaya Jawa, kegiatan bertajuk ”Semarangku Kebanggaanku” itu digelar untuk menyemarakkan HUT Kota Semarang ke-467, serta melestarikan batik asli Semarang.
”Ini adalah upaya kami melestarikan batik Semarangan. Dalam event terdahulu, kami membuat replika Tugu Muda dari batik. Selain itu, kami pernah menggelar event membatik masal yang masuk rekor Muri,” katanya kepada Radar Semarang di sela acara yang dihelat di Atrium Mal Ciputra Semarang, Selasa (6/5).
Tia Hendar Prihadi sangat mengapresiasi event tersebut. Menurut dia, kegiatan itu merupakan upaya positif mengangkat kebudayaan Kota Semarang. ”Setidaknya kegiatan ini juga bisa untuk mempromosikan batik Semarang. Sehingga bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha batik agar bisa berkembang,” ujarnya.
Selain kegiatan membatik di atas catwalk, juga digelar fashion show yang mengenakan busana batik Semarangan, serta dimeriahkan pentas tari Gambang Semarang, Warak Dugder dan tari Semarangan dari mahasiswa Undip. (den/aro/ce1)