Tumbuh Melambat di Triwulan Pertama

331

SEMARANG – Hasil survei Bank Indonesia mengindikasikan perekonomian Jawa Tengah pada triwulan I 2014 tumbuh melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Hal ini tecermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha sebesar 12,23 persen lebih rendah dari capaian SBT triwulan IV-2013 sebesar 19,00 persen dan SBT pada periode yang sama tahun lalu 14,22 persen.
Direktur Eksekutif Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Sutikno mengatakan, perlambatan kegiatan usaha terindikasi di beberapa sektor ekonomi. Di antaranya di sektor industri pengolahan, sektor perdagangan hotel dan restoran, serta sektor pertanian yang merupakan tiga sektor ekonomi utama penopang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
”Perlambatan kegiatan usaha disebabkan oleh penurunan permintaan domestik, faktor cuaca yang kurang mendukung dan semakin meningkatnya biaya produksi, seiring dengan kenaikan harga bahan baku, upah tenaga kerja dan tarif tenaga listrik (TTL),” ujarnya, kemarin (6/5).
Kendati demikian, perlambatan kegiatan perekonomian diperkirakan hanya bersifat sementara karena lebih disebabkan oleh faktor siklus musiman. Menurut survei yang sama, perekonomian Jawa Tengah diperkirakan akan kembali tumbuh dan mengalami percepatan pada triwulan II-2014. Diperkirakan seluruh sektor ekonomi pada triwulan II-2014 akan mengalami ekspansi, seiring dengan perkiraan meningkatnya permintaan domestik menjelang hajatan pemilihan umum, datangnya masa libur sekolah dan persiapan hari raya Lebaran. (dna/smu/ce1)