BNN Harus Sediakan Call Centre 24 Jam dan Sasar Pelosok Desa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BATANG-Terbatasnya anggaran dan SDM pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang menjadi kendala dalam menyampaikan informasi tentang bahaya narkoba dan pengetahuan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di tingkat desa di Kabupaten Batang. Akibatnya, informasi tidak menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Mustahil BNN mampu menjangkau sampai ke lapisan masyarakat, yang paling bawah di tingkat desa. Karena itulah, kami butuh kepanjangan tangan dari semua elemen masyarakat, agar pesan-pesan tentang bahaya narkoba bisa tersebar luas,” kata Kepala BNN Kabupaten Batang, Igor Budi Mardiyono, saat sosialisasi P4GN putaran ke-6 untuk 7 instansi kecamatan di Gedung Pramuka, Rabu (7/5) kemarin. Yakni Kecamatan Bandar, Wonotunggal, Blado, Subah, Banyuputih, Limpung dan Warungasem.
Igor yang menyampaikan materi Kebijakan dan Strategi Nasional (Jaktranas), menjelaskan tentang upaya dan usaha yang telah dilakukan BNN Kabupaten Batang. ”Kami harapkan, semua yang hadir disini, bisa memberikan penjelasan tentang P4GN pada masyarakat,” kata Igor.
Dalam diskusi yang dipandu Kasie Pencegahan BNN, Zaenal Arifin, itu, beberapa peserta berebut pertanyaan seputar narkoba. Salah satunya Sobari, 34, warga Desa/Kecamatan Subah, mengusulkan agar sosialisasi P4GN bisa menyasar pelajar SMP dan SD. Sebab usia SMP menjadi fase awal anak mengenal rokok dan hal baru lainnya. Selain itu, perlu dilakukan tes urin bagi warga desa yang rawan penyalahgunaan narkoba. ”Kalau bisa, BNN juga mengadakan test urin pada warga desa yang rawan narkoba. Tidak hanya di instansi pemerintah saja,” usul Sobari.
Hal senada disampailan Hanafi, 29, perwakilan dari Desa/Kecamatan Banyuputih. Dia mengusulkan adanya sosialisasi bahaya narkoba bagi semua kasie trantib desa se-Kabupaten Batang. Sehingga bisa mengetahui cara menangani kasus penyalahgunaan narkoba.
“BNN juga harus melakukan pemasangan logo, stiker, dan call centre BNN di tempat strategis di seluruh pelosok desa. Kalau bisa, call centernya selama 24 jam, sehingga kami bisa lapor cepat ditangani,” kata Hanafi.
Igor mengapresiasi usulan perluasan lingkup sosialisasi. Namun, dirinya mengakui ada keterbatasan anggaran dan SDM. Karena itulah, BNN membuka kemungkinan bekerjasama dengan Pemkab/Pemkot untuk merealisasikan usulan tersebut. “Prinsipnya, kami belum bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Itu sebabnya, kami undang perwakilan kecamatan dan desa untuk hadir di sini, sehingga bisa menyebarluaskan pesan-pesan tentang bahaya narkoba ini,” tandas Igor.
Ditegaskan, perlu ada komitmen dan keterlibatan bersama, saiyeg sa eko proyo, sengkuyung manunggaling jiwa raga, guna mewujudkan Indonesia bebas narkoba di 2015. (thd/bis/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -