Enam Saksi Diperiksa Polisi

298

SEMENTARA itu, upaya penyelidikan guna mengungkap peristiwa kebakaran di Pasar Mebel, Bibis Wetan, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo terus dikebut kepolisian. Sedikitnya enam saksi dari korban, pemilik kios maupun warga setempat telah diperiksa polisi. Diduga kuat, kebakaran tersebut terjadi lantaran hubungan arus pendek listrik (korsleting) di kios milik Ny Darmi.
Penegasan ini dikemukakan Kanit Reskrim Polsek Banjarsari, AKP Sunarto. Menurutnya, kebakaran tersebut melalap sekitar 30 kios/los milik 15 warga setempat. Korsleting arus listrik dari kios milik Ny. Darmi diduga kuat menjadi penyebab kebakaran. Kemudian api merembet ke spon dan merambat ke salah satu mesin kompresor berbahan bakar bensin.
“Dari keterangan saksi, api berasal dari kios Ibu Darmi kemudian mengalami korselting listrik. Setelah api membesar dan membakar spon serta kompresor, api langsung membesar. Selanjutnya membakar puluhan kios,” terang kanit mewakili Kapolsek Banjarsari, Kompol I Ketut Raman, kemarin.
Disinggung kerugian yang diakibatkan kebakaran ini, Sunarto menyebut, mencapai sekitar Rp 300 juta-Rp 500 juta. Sejumlah mebel siap kirim ke beberapa kota besar ikut ludes terbakar. “Kerugian ditafsir sekitar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta,” ungkap Sunarto.
Pantauan Radar Solo di lapangan, sejumlah pedagang dan warga terlihat membersihkan puing-puing akibat kebakaran. Garis polisi (police line) tampak melingkari lokasi. Warga saling bergotong-royong membersihkan puing-puing yang tersisa.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda Pasar Mebel di Bibis Wetan Rt 04 Rw 18, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari Selasa (6/5) sekitar pukul 14.50. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kebakaran diduga berasal dari korsleting kabel listrik yang menyambar bensin di salah satu kios.
Kapolsek Banjarsari, Kompol I Ketut Raman menjelaskan, si jago merah melalap habis sekitar 20-30 kios/los. Jumlah ini sekitar sepertiga dari kios/los di pasar setempat. Saksi mata, Suyat,42, pekerja salah satu kios menyebut, kejadian kebakaran berlangsung cepat. Semula, dirinya melihat asap keluar dari salah satu los di bagian belakang pasar. “Sempat ada yang mau memadamkan (api) namun malah makin besar,” ujarnya. (yan/mas/ida)