Kepala JT Subah Hanya Disanksi Manajerial

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DUA pegawai Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Jateng yang tertangkap tangan Gubernur Ganjar Pranowo saat melakukan pungutan liar (pungli) di jembatan timbang (JT) Subah, Batang sudah diberi sanksi. Meski begitu, Dinhubkominfo belum mau menyebutkan sanksi tersebut dengan alasan masih dimintakan surat keputusan (SK) gubernur.
Kepala Dinhubkominfo Jateng, Urip Sihabudin, mengatakan, dua pegawai tersebut sejak 29 April lalu telah ditarik ke kantor Dinhubkominfo Jateng. “Untuk sanksi kepegawaian bagi dua orang itu sudah diputuskan tim Dinhubkominfo, Inspektorat, dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, tinggal kami sampaikan ke gubernur untuk mendapatkan surat keputusan (SK),” ungkapnya.
Meski begitu, Urip belum bersedia menyebutkan bentuk sanksinya, karena keputusan itu baru akan disampaikan kepada Gubernur Jateng dalam waktu satu atau tiga hari ke depan. “Nanti setelah ada SK Gubernur Jateng resmi, akan saya sampaikan bentuk sanksinya kepada wartawan,” katanya.
Dari hasil penyelidikan, kata dia, pungutan liar (pungli) yang dilakukan dua pegawai tersebut atas inisiatif sendiri, tidak ada perintah dari atasan. Meski demikian, atasan kedua pegawai tersebut, yakni Kepala Seksi Pengawas dan Operasional dan Kepala Unit Pelaksan Teknis (UPT) JT Subah, Batang, juga akan dikenai sanksi manajerial. “Sebagai atasan, mereka lalai melakukan pengawasan, sehingga akan dikenai sanksi manajerial,” tandasnya.
Urip menyatakan, untuk menghilangkan pungli di JT, pihaknya segera melakukan pembenahan sistem operasionalisasi. Pembenahan yang dilakukan antara lain menggunakan sistem portal elektronik, seperti yang digunakan di tempat parkir kendaraan. Setiap sopir akan masuk ke jembatan timbang menekan tombol mengambil karcis yang berisi data berisi berat muatan, baru pintu portal terbuka.
Pembayaran denda kelebihan muatan tidak ke petugas Dinhubkominfo di JT, tapi langsung ke teller bank yang stand by di sana. “Kami sedang menjajaki kerja sama dengan Bank Jateng untuk pembayaran denda di jembatan timbang. Kami akan memperkecil keterlibatan orang, supaya peluang pungli tidak ada,” bebernya.
Upaya lain, ujar Urip, dengan penambahan kamera CCTV di 16 JT yang ada, supaya bisa memantau semua aktivitas di sana. Saat ini, di setiap JT hanya terpasang dua unit CCTV, sehingga belum bisa menjangkau keseluruhan aktivitas. “Masing-masing jembatan timbang akan ditambah satu unit CCTV lagi. Kami juga meningkatkan kualitas gambarnya, karena CCTV yang ada sekarang gambarnya kurang bagus,” ujarnya.
Dia menambahkan, sebenarnya untuk melakukan penertiban muatan telah dilakukan rapat dengan Dinhubkominfo Jawa Barat, Jawa Timur , dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).
Sebab, di Jawa Timur dan DIJ denda diberlakukan bagi truk yang bermuatan di atas 25 persen, sedang di Jawa Barat di atas 5 persen. ”Karena lintas provinsi harus ditangani Kementerian Perhubungan. Gubernur Jateng sebelum kasus ini sudah mengirim surat ke Menteri Perhubungan, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” ungkapnya.
Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, penanganan kelebihan tonase angkutan truk yang berdampak pungli di jembatan harus menjadi isu nasional. Kementerian Perhubungan atau bila perlu presiden perlu mengambil langkah konkrit yang berlaku secara nasional.
Ganjar mencontohkan, kalau Jateng dan Jatim memberlakukan denda kelebihan tonase, sedang Jawa Barat memberlakukan tilang, bisa berbeda-beda. Sehingga tidak menyelesaikan permasalahan. (ric/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -