KY Tunggu Laporan Resmi

386

MANYARAN – Komisi Yudisial (KY) penghubung Wilayah Jawa Tengah berjanji akan meneliti dugaan pelanggaran etika majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang menvonis bebas dua terdakwa penjambretan di Jalan Dr Wahidin Semarang. Beberapa waktu lalu, keluarga korban Rita Margiyanti telah bertemu KY.
“Sifatnya baru konsultasi, belum ada laporan tertulis. Mereka berencana akan kembali lagi dalam waktu dekat jika semua kelengkapan telah dipenuhi. Jika memang terbukti, akan kami tindaklanjuti,” ungkap salah satu anggota KY Penghubung Jateng Muhamad Farhan saat ditemui di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (7/5).
Farhan membeberkan, beberapa waktu lalu, tiga perwakilan korban mendatangi Kantor KY Jateng di Jalan Pekunden Timur Nomor 46 Semarang. Lantaran belum membawa salinan putusan dan berita acara persidangan, maka laporannya belum bisa diproses.
Terpisah, Kepala Kejari Semarang, Abdul Azis saat ditemui di kantornya mengatakan, upaya hukum kasasi atas vonis bebas terhadap kedua terdakwa telah dilakukan. Memori banding pun telah disusun. Hanya saja tinggal menunggu salinan putusan yang tak kunjung diberikan oleh pengadilan.
“Padahal salinan putusan itu penting bagi kami untuk melihat pertimbangan yuridisnya. Sebab itu merupakan hak kami. Selanjutnya akan kami lampirkan juga surat mengenai sikap pengadilan seperti itu,” tegasnya. (fai/ton)