Ribut di PN, Berakhir di Polisi

277

PERSIDANGAN di salah satu ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (6/5) sekitar pukul 14.30 kemarin, mendadak gempar. Ini setelah dua pengunjung sidang terlibat perang mulut. Keduanya, Fenny Suciati Susanto, 23, warga Jalan Tanggul Mas Bara XI, Panggung Lor, Semarang Utara, dan tetangganya, Andreas Himawan, 38. Bahkan, Andreas sempat melakukan penganiayaan terhadap Fenny. Akibatnya, Fenny mengalami luka di bagian wajahnya. Tak hanya itu, ia juga harus menahan malu karena dicaci maki Andreas di hadapan banyak orang. Tak terima dengan kejadian itu, Fenny pun melaporkan Andreas ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (7/5) siang.
Fenny mengatakan, kejadian tersebut bermula saat Andreas, ia dan ibunya sedang menghadiri sidang kerabatnya di PN Semarang, , Selasa (6/5) sekitar pukul 14.30. Saat itu, ibu Fenny duduk bersebelahan dengan Andreas. Saat itu, keduanya sempat terlibat perbincangan. Tapi entah apa yang dibicarakan hingga akhirnya keduanya terlibat adu mulut.
“Ibu saya dan dia (Andreas, Red) bahkan sempat saling berdiri dan saling dorong,” kata Fenny saat melapor.
Melihat itu, Fenny berusaha melerai. Ia tidak ingin terjadi kegaduhan di tempat sidang. ”Saya katakan cuma mau memisah. Malu dilihat banyak orang. Juga biar jalannya sidang tidak terganggu. Tapi, dia (Andreas, Red) tidak menanggapi dan justru bertambah marah,” ujarnya.
Andreas pun ganti menghampiri Fenny. “Dia langsung menarik kerah kaos yang saya kenakan sampai sobek,” akunya.
Tak hanya itu, pelaku juga mencekik leher Fenny sambil melontarkan kata-kata kasar. “Saya tidak habis pikir, tega sekali sama tetangga seperti itu. Sampai saya dikatakan wanita tidak baik-baik, jelas saya tidak terima,” katanya.
Untung saja, aksi pelaku segera dilerai pengunjung sidang lainnya. Fenny sendiri langsung melakukan visum ke rumah sakit sebagai bukti terjadi penganiayaan. Dengan berbekal hasil visum dokter, ia lantas mendatangi Mapolrestabes Semarang untuk melapor. Hingga kemarin, kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat Reskrim Polrestabes Semarang.(fth/aro)