Salatiga Fair di Lapangan Pancasila Disoal

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA—Masyarakat Salatiga kaget dengan adanya persiapan seperti kegiatan pasar malam di Lapangan Pancasila. Mereka mempertanyakan kebijakan pemerintah yang tidak konsisten. Kalangan dewan didesak untuk melakukan pemakzulan kepada wali kota.
“Ketua Dewan harus konsisten untuk mengawasi pengunaan lapangan Pancasila. Dalam Hal ini mempertanggungjawabkan pernyataan yang pernah dilontarkan bahwa lapangan hanya untuk kegiatan keagamaan dan upacara atau kegiatan Pemkot, tanpa adanya pasar malam,” tandas Staf Pengajar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Yakub Adi Krisanto, kepada wartawan, Rabu (7/5).
Ia menandaskan, masyarakat hanya bisa melihat bagaimana konsistensi pemerintahan terhadap aturan yang harusnya ditegakkan sendiri. “Dan kalau pemkot memang menyalahi aturan maka DPRD jangan segan untuk melakukan impeachment,” desak dia.
Terpisah, anggota komisi I DPRD Rosa Darwanti membenarkan jika Lapangan Pancasila seharusnya steril dari kegiatan seperti pasar malam. Menurutnya, masih banyak tempat lain yang bisa digunakan untuk pasar malam, misalnya depan Gedung Korpri, Pasar Andong dan beberapa tempat lainnya. “Seharusnya tidak boleh digunakan karena memang telah ada kesepakatan untuk menjaga keindahan dan kebersihan Lapangan Pancasila. Apalagi saat ini rumput makin indah, warga yang berolahraga tiap hari juga semakin banyak. Kok malah jadi pasar malam,” keluh dia.
Kabag Humas Setda Salatiga Adi Setiarso saat dikonfirmasi menuturkan, pelaksana kegiatan adalah dari pihak ketiga. Menurut Adi, kegiatan itu tidak melanggar, terbukti dengan adanya izin dari pemkot. “Itu kegiatan Salatiga Fair dan dilaksanakan oleh pihak ketiga. Namun memang telah mengantongi izin dari Pemkot dan dikeluarkan oleh badan perizinan,” jelas Adi.
Pelaksanaan pasar malam di Lapangan Pancasila terakhir kali dilakukan Desember 2009 silam. Saat itu, kalangan dewan menyampaikan protes keras karena rumput lapangan rusak dan Pemkot harus mengeluarkan biaya tinggi untuk merawatnya.(sas/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -