Tanam Modal Bisnis, Rp 90 Juta Melayang



Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI – Investasi atau penanaman modal sering kali membuat orang tergiur. Terlebih jika keuntungan yang dijanjikan cukup besar. Namun, terkadang dalam pelaksanaannya dapat merugikan.
Seperti yang dialami Irawan, 37, warga Tlaga Asmara, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Semarang. Ia mengaku telah menjadi korban penipuan berkedok penanaman modal usaha pengadaan barang elektronik. Kerugian yang diderita pun tidak sedikit, senilai Rp 90 juta. Diduga, aksi penipuan tersebut dilakukan oleh orang yang sudah dikenal berinisial SH, 50, warga Sendangmulyo, Semarang.

Merasa dirugikan, Irawan pun melaporkan SH ke Mapolrestabes Semarang, Rabu (7/5). Di hadapan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Irawan menuturkan bagaimana ia bisa sampai tertipu.

Peristiwa tersebut bermula ketika 21 Oktober 2011 lalu, Irawan ditawari kerjasama dalam bisnis pengadaan barang elektronik oleh terlapor. Dalam penawaran tersebut, Irawan diminta untuk menanam modal bisnis senilai Rp 90 juta. Ia juga dijanjikan keuntungan sebesar 10 persen.
”Dia (terlapor, red) datang ke rumah saya dan menawarkan kerjasama itu. Tawarannya cukup menarik, sehingga saya memutuskan untuk menanamkan modal dengan keuntungan sebesar 10 persen,” ujarnya saat melapor.

Irawan yang sudah terlena dengan tawaran bisnis tersebut kemudian menyerahkan uang modal. Namun seiring berjalannya waktu, keuntungan yang dijanjikan tidak pernah diterimanya. Tak pelak Irawan berusaha menanyakan proses bisnis tersebut. Tapi terlapor selalu berkelit. “Kesal, saya pun berusaha minta uang modl untuk dikembalikan. Lalu, dia berjanji akan mengembalikan. Tapi sampai sekarang tidak juga dikembalikan,” ungkapnya kesal.

Kontan saja Irawan merasa dirinya telah ditipu oleh terlapor. Meski sudah mengenal terlapor, Irawan akhirnya tak segan membawa kasus ini ke polisi. Hingga kini, dugaan kasus penipuan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.(har/jpnn/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -