Timbangan Pedagang Tidak Standar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK-Sekitar 10 ribu pedagang di pasar tradisional di wilayah Demak, 30 persen timbangannya tidak memenuhi standar. Akibatnya, konsumen dirugikan. Sebab, barang yang dibeli tidak sesuai ukuran yang semestinya. Misal, ada timbangan yang diganjal sehingga ukuran berat timbangan melenceng dari yang sebenarnya. Ada pula timbangan yang rusak dan perlu diperbaiki atau dilas lagi agar layak digunakan.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pemkab Demak, Eko Pringgolaksito, kemarin. Menurutnya, untuk melindungi konsumen, pihaknya dalam beberapa hari ini melakukan penyisiran dan gencar memberikan sosialisasi kepada para pedagang pemilik timbangan di pasar tradisional supaya dilakukan tera ulang. Sasarannya adalah timbangan jenis dacin, kodok dan jenis lainnya yang biasa dipakai pedagang.
“Demak merupakan salah satu daerah di Jateng yang tertib ukur. Karena itu, timbangan pedagang menjadi perhatian, karena banyak yang tidak tertib ukur. Ada yang sudah karatan dan rusak, namun masih tetap digunakan. Akibatnya tidak memenuhi unsur ukur, takar, timbang dan peralatan (UTTP),” katanya.
Dia menambahkan, selain Demak, daerah tertib ukur lainnya adalah Salatiga, Pekalongan, Kota Semarang dan lainnya. “Untuk di wilayah Demak ini, Pasar Karanganyar kami jadikan pilot project pelaksanaan program nasional dalam rangka perlindungan konsumen tersebut,” jelas dia.  
Untuk melakukan tera ulang timbangan itu, Disperindagkop bekerjasama dengan Balai Metrologi Semarang. Selain itu, dilaksanakan pembinaan, penertiban dan servis timbangan. “Pemantauan timbangan pedagang ini amanat undang-undang sekaligus sudah dipaparkan dalam Alquran pedagang tidak boleh mengurangi timbangan. Jika dilakukan ancamannya masuk neraka. Jadi, kami ingatkan supaya konsumen tidak dirugikan dengan timbangan yang tidak standar,” katanya. (hib/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -