Untung Wiyono Ajukan Bukti Baru

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MANYARAN – Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono mengajukan tiga novum (bukti baru) dalam Peninjauan Kembali (PK) atas kasusnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (7/5). Meski begitu, pihaknya masih merahasiakan isi tiga novum tersebut.
“Nanti saja lah akan terungkap dalam persidangan. Yang jelas ada tiga novum yang kami ajukan,” ungkap penasihat hukum Untung, Dani Sriyanto usai mendengar ditundanya sidang PK atas kliennya.
Sesuai waktu yang ditentukan, sejatinya kemarin digelar sidang dengan agenda PK atas kasus mantan orang nomor satu di kabupaten Sragen tersebut. Pekan sebelumnya sidang sempat ditunda lantaran adanya penambahan novum yang disampaikan penasihat hukum Untung. Kemarin, giliran hakim yang menangani perkara ini tidak dapat hadir karena berhalangan.
“Dikarenakan Hakim Ketua (Dwiarso Budi Santiarto) masih di Jeddah (umroh) dan Hakim Anggota dua (Agus Prijadi) sedang mengikuti pelatihan di Jakarta, maka sidang terpaksa ditunda. Sidang kembali digelar Selasa (13/5) depan,” ucap hakim anggota Satu Erintuah Damanik di persidangan.
Akibat penundaan tersebut, sidang perkara dugaan korupsi ABPD Rembang dengan terdakwa Bupati Rembang Moch Salim juga mengalami penundaan. Karena majelis hakim yang menangani kedua perkara tersebut sama. Sedianya akan dihadirkan ahli hukum pidana dari UGM Yogyakarta dan ahli hukum bisnis dari Undip Semarang.
Seperti diketahui, Untung Wiyono terseret kasus korupsi ABPD Kabupaten Sragen 2003-2010 yang merugikan negara Rp 11,2 miliar. Pada 21 Maret 2012 lalu, Untung divonis bebas dan dinyatakan tidak bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang yang diketuai Lilik Nuraeni.
Namun, pada 18 Oktober 2012, Mahkamah Agung melalui putusan kasasi menjatuhkan vonis penjara 7 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan untuk Untung. MA juga memerintahkan Untung menyerahkan uang pengganti sebesar Rp 11,2 miliar ke negara.
Atas putusan kasasi itu, Untung kemudian mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap perkaranya. Beberapa pejabat Pemkab Sragen yang terseret perkara ini diantaranya mantan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Pemkab Sragen Srie Wahyuni dan mantan Sekda Sragen Koeshardjono. Srie Wahyuni divonis 2 tahun 8 bulan, sedangkan Koeshardjono dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda uang senilai Rp 100 juta subsider tiga bulan. (fai/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -