BPK Siap Audit Percetakan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Foto di belakang
“Pada prinisipnya kami siap melakukan audit, namun belum bisa dilakukan lantaran harus ada bukti yang kuat untuk melakukan audit.”

Supriyono Hadi
Kasubag Hukum dan Humas BPK RI Perwakilan Jateng

Dugaan Soal Unas Tidak Jelas

PUDAK PAYUNG–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jateng siap turun tangan jika diminta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk melakukan audit terhadap perusahaan yang mencetak soal ujian nasional (unas) di Jateng. Hal tersebut menyusul adanya dugaan soal yang tidak jelas, buram, serta soal yang tertukar.
Kasubag Hukum dan Humas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jateng, Supriyono Hadi mengatakan, permintaan orang nomor satu di Jateng itu bisa saja ditindaklanjuti asalkan ada bukti yang kuat terkait dugaan tersebut.
“Pada prinisipnya kami siap melakukan audit, namun belum bisa dilakukan lantaran harus ada bukti yang kuat untuk melakukan audit.Bukti itu bisa berupa dokumentasi, dan analisis. Kalau sekarang kita belum bisa melakukannya dan belum bisa berkomentar banyak lantaran belum tahu spesifikasinya apalagi menindak,” katanya saat dihubungi Radar Semarang kemarin.
Menurutnya, mekanisme dalam perencanaan pemeriksaan bisa dilakukan dengan menyerap aspirasi dari manapun, temasuk dari lembaga perwakilan dan masyarakat yang tentunya ada bukti dan landasannya.
“Ada mekanismenya, kami saat ini melihat dulu secara komprehensif terkait suatu masalah, informasi dan buktinya pun belum jelas. Kalau sudah ada landasannya, kami bisa bertindak,” terangnya.
Meski demikian, kata Supriyono, pada prinsipnya pihaknya siap melakukan audit di setiap lembaga keuangan negara ataupun daerah untuk menuju akuntabilitas tranparansi, tetap kami dukung penuh.
“Intinya kami siap (audit), tapi harus ada bukti dan pernyataan lisan dari Pak Ganjar. Pernyataan kemarin di Kendal belum masuk ke BPK, jadi kami belum bisa bertindak. BPK senantiasa mendukung setiap upaya untuk menuju transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dan daerah,” tandasnya.
Menurut UU pun, kata Supriyono, BPK dalam merencanakan pemeriksaan juga perlu mempertimbangkan permintaan dari lembaga perwakilan, masyarakat dan lainnya. “Tapi untuk menentukan apakah BPK akan melakukan pemeriksaan, jenis pemeriksaannya apa, objeknya apa, metodenya seperti apa, adalah mutlak kewenangan BPK. Tentunya setelah dilakukan analisa atas data dan fakta yang objektif,” katanya.
Seperti diberitakan Radar Semarang kemarin, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jateng untuk melakukan audit terhadap perusahaan yang mencetak soal ujian nasional (unas) di Jateng. Hal itu menyusul adanya dugaan soal yang didistribusikan ke sekolah-sekolah tidak jelas alias buram serta tertukar.
Menurut Ganjar, tulisan buram sudah masuk dalam kualitas pengadaan yang telah melalui ketentuan spesifikasi dalam kontrak pekerjaan. Sehingga jika tidak sesuai, menurutnya, sudah masuk dalam pelanggaran. “Kalau memang iya (ada temuan tulisan naskah soal tidak jelas, Red), hal itu sudah masuk dalam kualitas pengadaan. Itu suruh saja BPK untuk cek dan memeriksa dengan melakukan audit (perusahaan percetakannya, Red),”  ujar Ganjar usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor Samsat Kendal, Rabu (7/5) lalu.
Dengan dilakukan audit, menurut Ganjar, bisa diketahui kualitas hasil pekerjaan apakah sudah sesuai atau ada pengurangan spesifikasi yang telah ditentukan dalam kontrak pekerjaan. Dan, jika tidak sesuai, maka temuan ketidaksesuaian hasil pekerjaan itu sudah masuk dalam ranah pidana karena bisa merugikan negara.
Tak Ada Komplain
Sementara itu, pelaksanaan unas SMP/MTs dan sederajat di Jateng yang berakhir pada Kamis (8/5) kemarin berjalan relatif lancar. Hingga siang kemarin, belum ada laporan terkait komplain ataupun keluhan apapun yang diterima Dinas Pendidikan Provinsi Jateng.
“Pelaksanaan unas SMP pada 5 – 8 Mei kemarin belum ada komplain yang masuk. Penyelenggaraannya relatif sangat bagus, tidak ada masalah kualitas naskah ataupun lembar jawab. Posko unas yang kami buka pun tidak ada laporan. Apa tidak berani lapor atau memang masalahnya sudah bisa diselesaikan sendiri, kami juga tidak tahu,”kata Kepala Dinas Pendidikan Jateng Nur Hadi Amiyanto kepada Radar Semarang saat ditemui di sela lomba cerdas cermat (LCC) di Gedung Diklat Srondol, Kamis (8/5).
Terkait kasus tertukarnya soal mata uji Matematika dengan Bahasa Inggris di MTs Muhammadiyah 1, Weleri, Kendal, pihaknya mengaku masalah tersebut sudah selesai. Ia berdalih jika kesalahan terjadi lantaran keteledoran petugas saat mengambil soal di rayon.
“Bukan salah percetakan. Setelah diselidiki, ternyata petugas rayon salah memberikan amplop mata pelajaran yang diujikan saat itu. Seharunya kan warna merah, tapi diberi yang warna merah muda. Padahal itu mapel Bahasa Inggris,” jelasnya.
Sedangkan soal kualitas soal unas SMP, pihaknya mengakui jika soal unas tahun ini lebih sulit dibanding tahun lalu. Untuk tingkat SMA, kata dia, 15 persen soal dibuat oleh perguruan tinggi dan berstandar Programme for International Student Assessment (PISA), yakni mengacu pada standar sekolah internasional. Sedangkan untuk SMP, soal kriteria sulit sebanyak 20 persen. “Itu dilakukan untuk menaikkan standar kompetensi yang ada, sehingga tingkat kesulitan soal dinaikkan,“ katanya
Ia menambahkan, dari hasil unas nantinya akan dijadikan alat acuan dan pemetaan kompetensi yang masih rendah. “Menurut saya, unas adalah alat ukur yang tepat untuk menentukan standar kompetensi, sehingga bisa dijadikan acuan memperbaiki jangka waktu ke depan,“ ujarnya.
Terkait pemindaian lembar jawab ujian nasional (LJUN) SMP, kata dia, Dinas Pendidikan Provinsi Jateng menyerahkannya ke perusahaan pemenang tender, PT Wahana Komputer di Jalan MT Haryono Semarang. Sedangkan untuk unas SD mendatang, dinas akan memberikan dua alat scan kepada 35 kabupaten/kota. “Nanti akan menggunakan sistem biossirem, jadi kita bisa memantau pemindaian yang ada di daerah,“ paparnya.
Pantauan Radar Semarang di PT Wahana Komputer kemarin, pemindaian LJUN SMP/MTs dan sederajat di Jateng dilakukan dengan menggunakan 19 alat scaner. Pemindaian sekitar 2 juta lembar LJUN itu ditargetkan selesai dalam waktu 12 hari.
“Kami menggunakan 19 mesin dengan 2 jenis berbeda, yakni 13 unit scaner jenis OMR dan 6 scaner jenis scaner images. Dengan kemampuan 1000 lembar per jam. Mesin tersebut bekerja selama 24 jam dengan pembagian petugas tiga shift,” ungkap Koordinator Pelaksana Pemindaian PT Wahana Komputer, Sigit Wasi.
Dikatakan, target yang diberikan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng untuk menyelesaikan pemindaian LJUN adalah tiga minggu.  Namun, perusahaan akan mengoptimalkan waktu tersebut menjadi hanya 12 hari. Pemindaian sendiri dinyatakan selesai jika LJUN dari ujian susulan sudah dipindai. “Pemindaian dilakukan sejak Rabu (7/5), tapi belum maksimal. Perhitungan waktu biasanya dihitung sejak hari terakhir penyelanggaran unas (kemarin, Red),“ ujarnya.
Terkait lembar jawab bermasalah, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya menyiapkan beberapa mesin image scanner yang khusus digunakan jika ada trouble. Misalnya, dua lingkaran di satu jawaban, pensil yang dipakai palsu, atau lainnya. “Alat tersebut digunakan jika ada LJUN yang bermasalah, seperti LJUN yang kurang baik, cacat dan sobek,” paparnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Unas Jateng Tri Handoyo mengatakan, jumlah LJUN yang dipindai kurang lebih empat kali peserta unas. Jumlah siswa SMP/MTs dan sederajat di Jateng yang terdaftar sebagai peserta unas sebanyak 503.099 siswa. Terdiri atas 369.586 siswa SMP, 129.334 siswa MTs, 3.651 siswa SMP Terbuka, dan 528 siswa SMPLB.
“Jumlah pastinya kami belum bisa merekap, karena ujian masih berlangsung. Hanya saja, jumlahnya sekitar 2 jutaan karena peserta unas yang terdaftar sebanyak 503.099 siswa. Sedangkan jumlah mapel yang diujikan ada empat,” jelasnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Unas Kota Semarang Sutarto mengungkapkan, hingga hari terakhir unas SMP/MTs dan sederajat kemarin, tidak ada laporan terkait kekurangan naskah soal, LJUN rusak, dan keluhan lainnya. “Tidak ada aduan, semuanya berjalan lancar termasuk pengawas silang. Namun ada 34 siswa yang tidak hadir selama unas berlangsung. Mereka rencananya akan mengikuti unas susulan yang akan digelar pada tanggal 12 – 16 Mei mendatang. Unas susulan akan dipusatkan di SMPN 2 Semarang,“ katanya.(den/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -