Objek Wisata Kampoeng Rawa Disegel

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Belum Berizin

AMBARAWA- Satpol PP Kabupaten Semarang akhirnya mau bertindak tegas setelah diminta Panitia Khusus (Pansus) Perizinan, DPRD Kabupaten Semarang untuk menyegel sejumlah tempat usaha tak berizin. Kamis (8/5) siang usai pembahasan Perizinan, Satpol PP memasang spanduk peringatan di sejumlah tempat. Salah satunya objek wisata Kampoeng Rawa yang berada di pinggiran Rawa Pening Ambarawa dan sejumlah toko serta bangunan tak berizin di sepanjang Jalan Lingkar Ambarawa dan di Ungaran serta Bawen.
Ketua Pansus Perizinan Kusulistiyono mengatakan, pansus membahas perijinan yang di dalamnya juga membahas tentang izin gangguan (HO). Tentunya pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perizinan tersebut diharapkan dapat diaplikasikan secara maksimal.
“Selama ini kami lihat banyak bangunan baik toko maupun tempat usaha tidak berizin dibiarkan saja. Seperti Kampoeng Rawa, Toko Sejati dan masih banyak lainnya. Jangan sampai setelah perda dibuat dengan menghabiskan tenaga, biaya dan pikiran, tapi tidak diterapkan,” tutur Kusulistyono di sela-sela memantau Satpol PP dalam menegakkan Perda.
Kusulistyono tidak ingin raperda yang digodok dan bila nanti menjadi peraturan daerah untuk diundangkan, malah tidak dilaksanakan. Sebab Kusulistyono menduga Satpol PP tidak tegas karena selama ini dinilai seakan-akan tidak mampu menegakkan Perda.
Saat akan memasang papan peringatan bangunan tak berizin, pihak manajemen Kampoeng Rawa, Agus Sumarno sempat meminta penjelasan kegiatan yang dilakukan petugas Satpol PP, anggota DPRD serta dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Semarang. Agus mengatakan, sebenarnya sudah berupaya mengajukan perizinan namun merasa dipingpong.
“Kami sebenarnya mengurus perizinan. Kami sudah menghadap Pak Heru Bappeda Provinsi katanya ini ranahnya Kabupaten. Tetapi dari Kabupaten Semarang mengatakan ini ranah Provinsi. Kami juga mengurus izin di Kementerian PU saat ini masih proses. Kami ini awam soal ini, jadi mohon petunjuk dan masukan untuk kami tindaklanjuti,” kata Agus Sumarno.
Anggota Pansus Perizinan The Hok Hiong mengatakan, sesuai regulasi memang ini kewenangan Pemerintah Provinsi Jateng, jadi Provinsi harus bertindak. “Provinsi itu maunya bagaimana? Punya ketegasan apa tidak?. Kalau didiamkan kewibawaan pemerintah ada di mana dan akan jadi masalah,” tutur The Hok.(tyo/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -