Ratusan Warga Bangunsari Menderita Muntaber

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL—Ratusan warga Desa Bangunsari Kecamatan Patebon, Kendal, mengalami muntah-muntah dan diare atau muntaber sejak Rabu (7/5). Hingga kini, belum dapat dipastikan penyebabnya. Tapi, dugaan sementara, wabah muntaber di pesisir pantai utara laut Jawa itu berasal dari air dan lingkungan yang kumuh.
Muntaber tidak hanya menjangkiti anak-anak, tapi juga orang dewasa dan para lanjut usia (manula). Akibatnya, ratusan warga harus mengantre berobat di Puskesmas Pembantu di desa setempat. Bahkan beberapa warga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soewondo, Kendal.
Salah satu warga, Nur Maghfiroh, 18, mengaku awalnya hanya mengalami sakit perut biasa. Namun, beberapa saat kemudian diikuti demam di sekujur badan, kepala pusing dan muntah-muntah. Tak hanya itu, Nur mengaku tidak bisa istirahat lantaran harus bolak-balik ke toilet karena mengalami diare.
“Kondisi tubuh saya lemas dan pucat. Kemudian oleh keluarga dibawa ke rumah sakit, karena Puskesmas tidak bisa menangani. Jadi sudah satu hari satu malam, saya harus diopname di RS ini,” ujarnya, saat ditemui di RS Soewondo, kemarin (8/5).
Tak hanya dirinya, bapak dan ibunya juga mengalami sakit yang sama. “Belum tahu penyebabnya apa. Karena banyak warga yang mengalami sakit muntaber seperti saya. Hampir seluruh warga kampung,” tandasnya.
Hal senada dikatakan, Surati, 50. Ia mengaku, suaminya Sukimin, 60, juga harus dirawat di RS Dr Soewondo lantaran mengalami Muntaber. “Sakit sejak Selasa (6/5) malam. Sudah dibawa ke Puskemas. Tapi tidak sembuh. Jadi saya bawa ke RS ini,” katanya.
Rusmi, warga lainnya, menyebutkan setidaknya ada 200 warga yang terserang diare disertai muntah-muntah. Sebagian yang dirawat di Puskesmas, sudah mulai pulih, meski masih lemas.
Perangkat desa setempat, Kartimah mengatakan bahwa tercatat ada 105 warga yang mengeluhkan sakit perut dan meminta obat di bidan setempat. “Sedangkan Kamis (08/05) pagi, 75 warga lainnya mengeluhkan kondisi yang sama dan mendapatkan pemeriksaan di balai desa setempat,” jelasnya.(bud/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -