Ratusan Warga Bangunsari Menderita Muntaber

311

KENDAL—Ratusan warga Desa Bangunsari Kecamatan Patebon, Kendal, mengalami muntah-muntah dan diare atau muntaber sejak Rabu (7/5). Hingga kini, belum dapat dipastikan penyebabnya. Tapi, dugaan sementara, wabah muntaber di pesisir pantai utara laut Jawa itu berasal dari air dan lingkungan yang kumuh.
Muntaber tidak hanya menjangkiti anak-anak, tapi juga orang dewasa dan para lanjut usia (manula). Akibatnya, ratusan warga harus mengantre berobat di Puskesmas Pembantu di desa setempat. Bahkan beberapa warga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soewondo, Kendal.
Salah satu warga, Nur Maghfiroh, 18, mengaku awalnya hanya mengalami sakit perut biasa. Namun, beberapa saat kemudian diikuti demam di sekujur badan, kepala pusing dan muntah-muntah. Tak hanya itu, Nur mengaku tidak bisa istirahat lantaran harus bolak-balik ke toilet karena mengalami diare.
“Kondisi tubuh saya lemas dan pucat. Kemudian oleh keluarga dibawa ke rumah sakit, karena Puskesmas tidak bisa menangani. Jadi sudah satu hari satu malam, saya harus diopname di RS ini,” ujarnya, saat ditemui di RS Soewondo, kemarin (8/5).
Tak hanya dirinya, bapak dan ibunya juga mengalami sakit yang sama. “Belum tahu penyebabnya apa. Karena banyak warga yang mengalami sakit muntaber seperti saya. Hampir seluruh warga kampung,” tandasnya.
Hal senada dikatakan, Surati, 50. Ia mengaku, suaminya Sukimin, 60, juga harus dirawat di RS Dr Soewondo lantaran mengalami Muntaber. “Sakit sejak Selasa (6/5) malam. Sudah dibawa ke Puskemas. Tapi tidak sembuh. Jadi saya bawa ke RS ini,” katanya.
Rusmi, warga lainnya, menyebutkan setidaknya ada 200 warga yang terserang diare disertai muntah-muntah. Sebagian yang dirawat di Puskesmas, sudah mulai pulih, meski masih lemas.
Perangkat desa setempat, Kartimah mengatakan bahwa tercatat ada 105 warga yang mengeluhkan sakit perut dan meminta obat di bidan setempat. “Sedangkan Kamis (08/05) pagi, 75 warga lainnya mengeluhkan kondisi yang sama dan mendapatkan pemeriksaan di balai desa setempat,” jelasnya.(bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.