Tanjakan Gombel Dibuat Satu Arah

367

NGESREP – Dinas Pehubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jateng merencana menjadikan Jalan Setiabudi, tepatnya di Tanjakan Gombel sebagai jalan satu arah. Rekayasa ini untuk mengurai kemacetan di Jatingaleh.
Pelaksanaan jalan satu arah ini akan berlaku mulai Selasa (13/5) mendatang. Nantinya, semua kendaraan dari Banyumanik (atas) akan dilewatkan ke Jalan Gombel Lama yang selama ini memang sudah satu arah. Jalan Gombel Baru yang selama ini masih dua arah, nanti hanya untuk satu arah, yaitu kendaraan yang dari Jatingaleh.
Selanjutnya, sepanjang jalan mulai dari depan Kantor PLN sampai depan kantor Pajak Jatingaleh, median jalannya akan ditutup semua. Dengan demikian, semua kendaran yang keluar dari jalan tol Jatingaleh tidak boleh langsung bolek kanan seperti pada saat ini. Namun harus belok kiri naik ke jalan Gombel Baru, kemudian balik kanan di depan pertigaan Jalan Bukit Sari (depan Bengkel PT Nasmoco), untuk selanjutnya menuju jalan Gombel Lama.
Kemudian, kendaraan yang dari Jalan Karangrejo (Jatidiri) juga langsung belok kiri. Kemudian memutar di depan pertigaan Jalan Ksatrian (depan gadung PT Askes). Semua kendaraan dari arah bawah, setelah pertigaan itu akan dibelokkan ke kiri, lewat ruas jalan paling kiri. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kemarin meninjau kawasan Jatingaleh.
“Masyarakat sangat mengeluhkan kemacetan lalu lintas di sini. Begitu jalan tol Bawen dibuka, lalu lintas menjadi bertambah padat. Untuk mengurai kemacetan, per Selasa pekan depan, Jalan Gombel Baru akan dibuat hanya untuk kendaraan satu arah,” kata Ganjar didampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala Dishubkominfo Jateng Urip Sihabudin.
Sebelum mulai diberlakukan satu arah, kata Ganjar, jalur ini dibenahi terlebih dulu. Diantaranya menutup median jalan serta memperbaiki jalan Gombel Lama yang bergelombang. “Pak Wali Kota Semarang nanti akan memperbaiki jalan Gombel Lama itu,” terangnya.
Ganjar menambahkan, program selanjutnya akan dibangun underpass (jalan raya di bawah jalan yang lain, red) yang panjangnya sekitar 1,5 kim. Tahun 2014 ini sudah dimulai dengan pembebasan lahannya.
“Pembebasan lahan sudah disiapkan Pemkot Semarang dengan dana Rp 80 miliar di tahun 2014. Kalau bisa selesai tahun ini, tahun depan pembangunan underpass dimulai. Untuk biayanya sharing antara kota, provinsi dan pusat,” katanya.
Sepanjang Kamis (8/5), Ganjar Pranowo meninjau beberapa ruas jalan di Kota Semarang yang kondisinya dikeluhkan banyak orang. Sebelum ke Jatingaleh, Ganjar dan Hendrar Prihadi meninjau Jalan Mpu Tantular dan Jalan Ronggowarsito Semarang yang selama ini sering terkena rob. Dari Jatingaleh dilanjut meninjau ruas Jalan Sarwo Edi Wibowo Pedurungan (arah TVRI Pucanggading) dan Jalan Kolonel Hadiyanto Gunung Pati (ke arah Unnes).(saf/jpnn/ton)