Terbukti Nyabu, Oknum Polisi Cuma Direhabilitasi


Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KRAPYAK– Seorang anggota Pengendalian Massa (Dalmas) Kepolisian Resor Klaten, Sofyan, divonis rehabilitasi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (8/4). Sofyan diseret ke meja hijau lantaran menggunakan obat terlarang jenis sabu atau methaphetamine.

”Menghukum terdakwa dengan satu tahun rehabilitasi. Memerintahkan supaya terdakwa dikeluarkan dari tahanan usai putusan ini diberikan,” kata Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto.

Hakim berpendapat terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dalam persidangan terdakwa terbukti menggunakan narkotika bagi dirinya sendiri.

Putusan rehabilitasi tersebut mengacu pada keterangan saksi dan alat bukti. Seorang dokter jiwa yang dihadirkan mengaku pernah memeriksa terdakwa secara psikoligis. Terdakwa datang kepada dokter tersebut dan minta perawatan. “Memerintahkan supaya terdakwa direhabilitasi di Rumah Sakit Jiwa kota Semarang,” tuturnya.

Hal meringankan yang dijadikan pertimbangan majelis hakim yakni, terdakwa belum pernah dihukum, terus terang mengakui perbuatannya, menyesal, dan mempunyai tanggungan keluarga. “Hal memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika. Terlebih terdakwa adalah anggota Polri,” terangnya.

Menanggapi vonis hakim, Jaksa Penuntut Umum Fitria menyatakan sikap pikir-pikir. Pasalnya, vonis hakim jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang menuntut terdakwa dipidana selama enam tahun penjara. Namun, saat wartawan menanyakan terkait kasus yang ditanganinya, Fitria tidak berkenan bicara. “Tidak tahu, sudah lama soalnya. Ini saya sidang saja baru mendapat SMS (pesan singkat),” kata Fitria sambil berjalan cepat.

Terdakwa ditangkap Ditresnarkoba Polda Jateng pada 23 November 2013 di daerah Ceper, Klaten. Barang bukti berupa sabu seberat 0,8 gram dan bong atau alat hisap diamankan dari laci lemari. Dalam pemeriksaan, barang bukti tersebut adalah sisa dari 1 gram sabu yang sempat dipakai terdakwa. Hasil tes urine menyatakan terdakwa positif mengonsumsi sabu.(ris/jpnn/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -