Wali Kota Minta Arena Hiburan Dibongkar

275

SALATIGA—Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengaku kaget dengan adanya hiburan seperti pasar malam dalam event Salatiga Fair di lapangan Pancasila. Pasalnya, izin Salatiga Fair yang diajukan berisi ekspo pendidikan dan pameran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Saya kaget karena tidak sesuai dengan izin yang diajukan. Saya minta agar hiburan itu dihentikan dan dibongkar,” tegas Yuliyanto saat ditemui wartawan di rumah dinasnya, Kamis (8/5) malam.
Ia mengaku sudah mempertanyakan permasalahan tersebut kepada dinas terkait. Ia juga telah meminta kepada satpol PP untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar bersama–sama menghentikan kegiatan hiburan malam itu.
Lebih lanjut Yuliyanto menegaskan komitmennya untuk menjaga aturan mengenai fungsi lapangan Pancasila. Hingga saat ini, Pemkot tetap memfungsikan lapangan yang berada di depan Polres Salatiga itu untuk kegiatan keagamaan dan kebangsaan seperti upacara dan pendidikan. “Selama saya menjadi wali kota, tidak pernah ada kegiatan pasar malam di Pancasila. Maka saya minta aturan–aturan yang sudah ada untuk diberlakukan,” tandas dia.
Sementara Kepalaa Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Bustanul Arifin melalui Kabag Humas Adi Setiarso mengaku tengah mengevaluasi adanya dugaan perbedaan perizinan. “Kami akan rapatkan nanti malam (tadi malam, red) mengenai masalah ini. Semoga nanti ada keputusan,” tandas Adi Setiarso.
Sebagaimana diberitakan, masyarakat Salatiga kaget dengan banyaknya persiapan seperti pasar malam yang dilaksanakan di Lapangan Pancasila. Mereka mempertanyakan kebijakan pemerintah yang tidak konsisten. “Ketua Dewan harus konsisten untuk mengawasi penggunaan lapangan Pancasila. Dalam hal ini mempertanggungjawabkan pernyataan yang pernah dilontarkan bahwa lapangan hanya untuk kegiatan keagamaan dan upacara atau kegiatan Pemkot tanpa adanya pasar malam,” tandas staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Yakub Adi Krisanto.
Anggota komisi I DPRD Rosa Darwanti membenarkan jika lapangan Pancasila seharusnya steril dari kegiatan seperti pasar malam. Menurutnya, masih banyak tempat lain yang bisa digunakan untuk pasar malam, misalnya depan Gedung Korpri, Pasar Andong dan beberapa tempat lainnya. (sas/ton)