98 Batang Kayu Perhutani Diselewengkan

371

Diduga Dilakukan Oknum Mandor Tebang

REMBANG–Sebanyak 3,5 meter kubik kayu jati atau setara dengan 98 batang kayu jati, diduga diselewengkan oknum petugas hutan berinisial JT. Oknum tersebut berhasil diamankan pihak Perum Perhutani KPH Mantingan dari pekarangan rumah milik salah satu warga di Desa Polbayem, Kecamatan Sumber, Kamis (8/5) sekitar pukul 18.30.
Wakil Administratur KPH Mantingan, Mokhammad Risqon mengatakan bahwa terungkapnya penyelewengan kayu hasil tebangan itu bermula dari adanya laporan yang masuk via SMS. Saat itu, muncul dugaan bahwa ada kayu dari kegiatan tebangan yang tidak dikirim ke TPK Mantingan di Kecamatan Bulu.
Pihaknya menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Hingga kemudian ada keterangan yang diperoleh bahwa ada tumpukan kayu di depan rumah salah satu warga Desa Polbayem. Setelah dikroscek kepada pemilik rumah, diakui bahwa itu kayu dari hutan. ”Kayu itu tidak diperoleh dari mencuri. Tetapi sebagai ganti tambahan upah tebang yang oleh pekerja disebut kurang,” ungkapnya.
Risqon menjelaskan, setiap kali ada kegiatan tebangan memang ada upah yang diberikan kepada pekerja. Pembayaran upah telah dilakukan sesuai dengan tarif dan ketentuan dari Perhutani. Dia mengklaim, tidak ada pemotongan upah sedikitpun oleh pihaknya.
Meski pekerja berdalih upah itu kurang serta kemudian meminta imbuhan berupa kayu kepada petugas dan dikabulkan, langkah itu tidak bisa dibenarkan karena menyeleweng dari prosedur. ”Dalam hal ini, ada dugaan keterlibatan mandor tebang yang merupakan petugas dari Perhutani berinisial JT,” tegasnya.
Risqon menambahkan, pihak Perhutani KPH Mantingan menggelar rapat tim. Salah satunya mengagendakan pemanggilan terhadap JT untuk diklarifikasi. Jika terbukti sengaja menyelewengkan, JT akan dijatuhi sanksi sebagaimana aturan perusahaan. ”Sementara kayu yang ditemui di pekarangan rumah warga tersebut, kini telah dikirimkan ke TPK Mantingan,” katanya.
Dilanjutkan, sejak Januari hingga Juni 2014 nanti, Perhutani memang memiliki kegiatan tebang di kawasan BKPH Sudo RPH Jatigenuk. Targetnya, ada 2.350 meter kubik kayu jati yang nantinya diproses jual.
Untuk kebutuhan tebang tersebut, dikerahkan enam regu tebang dengan anggota masing-masing enam orang tiap regu. ”Penebang berasal dari warga sekitar hutan. Mereka berada di bawah koordinasi seorang mandor tebang yang merupakan petugas dari Perhutani setempat,” terangnya. (ali/hil/ida)