Berorganisasi sejak Kecil

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

NIKEN Dwi Hapsari baru saja terpilih menjadi mahasiswa berprestasi (mawapres) Universitas Diponegoro (Undip) 2014. Niken –sapaannya– adalah wakil dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip). “Aku nggak nyangka banget bisa jadi juara I, padahal saingannya berat-berat,” ucap mahasiswi DIII jurusan hubungan masyarakat (humas) Fisip Undip ini kepada Radar Semarang.
Gadis asal Kendal ini mengaku sejak kecil sudah aktif berorganisasi. Bahkan, saat kecil ia kerap hilang, karena saking aktifnya mengurusi organisasi. ”Aku sering jalan ke sana-kemari. Pernah hilang, tapi ketemu lagi,” kenangnya sambil tersenyum.
Di sela kuliah, Niken aktif di Himpunan Mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat (HMPS Humas) Undip. Ia juga pernah mengikuti exchange ke Polandia selama 6 minggu pada semester 1. Saat ini, Niken juga menjabat Ketua Perhumas Muda Semarang.
Praktis, Niken harus pandai membagi waktu antara berorganisasi dan kuliah. “Caranya ya dengan membuat prioritas kegiatan mana yang harus dikerjakan lebih dulu. Selain itu, setiap mengerjakan sesuatu harus ikhlas apapun kejadiannya. Itu sudah menjadi konsekuensi yang harus aku lakukan,” tegas gadis yang bercita-cita menjadi dosen ini.
Konsekuensi lainnya dari kesibukannya itu, Niken harus menjaga kondisi fisiknya. Mahasiswi yang kos di Jalan Klentengsari, Tembalang ini harus mengatur pola makan dan tidur yang teratur. Niken beruntung karena semua yang dilakukan mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya, pasangan Wahyudi dan Setyastuti.
“Selagi kegiatan yang aku lakukan positif dan berguna, orangtuaku selalu mendukung. Komunikasi dengan orangtua sangat penting dan harus tetap lancar. Sebab, setinggi apapun kita nanti, kita rendahkanlah hati untuk orangtua kita sampai kapanpun dan di manapun,” ujar bungsu dari dua bersaudara ini. (mg13/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -