Dikira Jamu, Pasutri Tenggak Racun

297

BANCAK- Pasangan suami istri Sujono, 75, dan Kasripah, 70, yang tinggal di Dusun Banaran RT 4 RW 7, Desa/Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, menenggak racun serangga.
Pasutri yang sudah pikun tersebut, mengira obat serangga jenis Demosel itu adalah jamu. Sehingga dua manusia lanjut itu, dengan tenang, meminumnya. Kebetulan, di rumah kedua orang tua itu tidak ada anggota keluarga lain yang tinggal serumah.
Setelah menenggak cairan tersebut, Sujono dan Kasripah pun kelojotan. Sujono akhirnya tewas. Sedangkan sang istri, Kasripah, berhasil tertolong dan kini dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Tentara (RST), Kota Salatiga.

Peristiwa itu terjadi Kamis (8/5) pukul 18.30. Awalnya, pasutri itu hendak minum jamu. Keduanya sudah terbiasa meminum jamu. Diduga, pasutri uzur itu tak tahu bahwa botol berisi cairan yang berada di dapur itu adalah obat serangga. Sehingga mereka menuangkan di gelas dan meminumnya.
Beruntung, kejadian itu segera diketahui oleh anak korban, Sukamto, 47, dan Suratmi, 43, yang ketika itu baru pulang dari masjid dan mampir untuk menjenguk.
Saksi melihat korban sedang kesakitan, akibat pengaruh obat tersebut. Korban lantas dibawa ke Puskesmas. Nyawa Sujono tidak dapat tertolong. Sedangkan Kasripah bisa diselamatkan. Ia dirujuk ke RST Kota Salatiga.


“Biasanya memang minum jamu, mungkin tidak tahu itu jamu atau obat. Kami sempat mengecek sisa jamu yang dibuat oleh ibu saya. Ternyata yang diminum serangga jenis Demosel,” ungkap Sukamto.


Kapolsek Bringin AKP Sukirwanto mewakili Kapolres Semarang AKBP Augustinus B. Pangaribuan mengatakan, dari hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara, ditemukan sisa obat serangga yang diduga terminum oleh korban. Dari keterangan sejumlah saksi, kuat dugaan bahwa korban tidak sengaja meminum obat serangga.
“Dari keterangan saksi, korban memang kerap minum jamu dan malam itu akan minum jamu. Kemungkinan mereka tidak tahu yang diminum itu obat serangga atau bukan,” beber Sukirwanto.

Sementara itu, kondisi kesehatan Kasripah kemarin terus membaik. Meski begitu, polisi belum bisa meminta keterangan Kasripah. Yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU.
“Ada 4 saksi sudah kita periksa, tetapi mereka tidak tahu persis kejadiannya seperti apa. Sebab korban selama ini tinggal berdua saja di rumah.” (tyo/isk)